Menuju konten utama

SPMB Jabar Bermasalah, Dedi Mulyadi Panggil Pembuat Aplikasi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyoroti gangguan aplikasi SPMB dan memanggil pengembang sistem setelah banyak keluhan dari orang tua siswa.

SPMB Jabar Bermasalah, Dedi Mulyadi Panggil Pembuat Aplikasi
Dedi Mulyadi di Kantor Disdik Jabar. tirto.id/Akmal Firmansyah

tirto.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta para orang tua yang akan memasukkan anak-anaknya ke bangku SMA/SMK untuk tidak panik menghadapi proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Jabar.

Para orang tua mengeluhkan akun pendaftaran yang belum terverifikasi, data peserta yang tiba-tiba hilang, gangguan sistem pada jalur seleksi, hingga kesulitan akses.

Mereka ramai-ramai mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat di Jalan Dr. Rajiman No. 6, Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Selasa (9/6/2026).

Dedi menilai problem pelaksanaan terdapat pada teknis aplikasi pendaftaran. Menurutnya, semestinya sistem pendaftaran tidak menimbulkan kekacauan jika aplikasi yang digunakan sejak awal disiapkan dengan baik. Ia menilai, banyak keluhan yang muncul berkaitan langsung dengan persoalan teknis pada sistem digital.

“Iya kalau menurut saya sih enggak ribet. Ini kan kalau sudah dari 340.000, ada beberapa problem yang disebabkan oleh teknis aplikasi, saya lihat. Makanya hari ini saya ingin panggil yang menggunakan aplikasinya, yang membuatnya, karena ketentuan aplikasi itu harus dibuat oleh Diskominfo atau terintegrasi oleh Diskominfo,” jelasnya.

Dedi menilai saat ini SPMB memasuki tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang berlangsung 29 Mei 2026 hingga 9 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Pada tahap ini, siswa memilih sekolah tujuan melalui jalur yang sudah disediakan. Hasil penerimaan siswa di sekolah tujuan akan diumumkan pada 12 Juni 2026.

“Kalau saya melihat problemnya tadi sederhana. Seharusnya fitur yang sudah ada itu tinggal disempurnakan,Tetapi kalau saya melihat tadi bahwa dia membuat aplikasinya dari nol. Makanya saya mau panggil sekarang. Gitu lho. Ini teknis banget, enggak ada yang berat,” tambahnya.

Menurut Dedi, siswa yang belum diterima di sekolah mana pun jangan khawatir karena akan dilaksanakan SPMB tahap 1 dan 2. Siswa bisa memilih sekolah yang memiliki kuota belum terisi.

Pendaftaran SPMB tahap 1 dimulai pada 15 Juni 2026 hingga 19 Juni 2026. Adapun, pengumuman SPMB tahap 1 akan dilaksanakan pada 25 Juni 2026.

Apabila tetap masih ada juga siswa yang belum mendapatkan sekolah, maka bisa mendaftar ke SPMB tahap 2 yang dimulai pada 30 Juni 2026 hingga 6 Juli 2026. Pengumuman SPMB tahap 2 akan berlangsung pada 10 Juli 2026.

Ia juga akan menindak tegas kecurangan terkait SPMB dan masyarakat yang mengetahui agar melaporkan secara langsung. Dedi memastikan, SPMB berlangsung secara objektif dan transparan. Penentuan nilai siswa telah sesuai dengan petunjuk teknis tentang SPMB 2026.

"Sebutin siapa yang jual beli. Dimana sebutin, jangan isu. Sok sebutin siapa yang jual beli sebutin namanya, gurunya siapa, pejabatnya sebutin. Ya laporin proses hukum," bebernya.

Baca juga artikel terkait SPMB 2026 atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Reporter: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Dipna Videlia Putsanra