Sosok Wanita Bongkar Skandal Donald Trump, Ini Cerita Lengkapnya

Kontributor: Sulthoni, tirto.id - 4 Apr 2023 15:23 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Berikut sosok wanita yang bongkar skandal Donald Trump dan cerita lengkapnya.
tirto.id - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan menghadapi dakwaan pengadilan. Pasalnya, Trump dituduh membayar uang tutup mulut kepada bintang film dewasa Stormy Daniels atas tudingan perselingkuhan.

Dengan kasus ini, Donald Trump akan menjadi mantan Presiden Amerika yang pertama didakwa secara pidana dalam sejarah panjang Amerika Serikat.

Trump datang ke New York untuk mengikuti persidangan pada 4 April 2023. Kedatangan Trump untuk menghadapi dakwaan dari Jaksa Wilayah New York, Alvin Bragg.

Alvin Bragg melayangkan dakwaan kepada Trump, setelah mendapatkan laporan dari Stormy Daniel menjelang kampanye Presiden di Amerika, pada tahun 2016 silam.

Independent melaporkan, tuduhan yang akan dihadapi Donald Trump sebanyak 34 dakwaan. Hanya saja, dakwaan tersebut belum membuat Trump dijebloskan ke penjara atau mendapatkan status tersangka.

“Alvin Bragg seharusnya mengadili dirinya sendiri,” ungkap Trump menanggapi kasus yang menimpa dirinya.

Stephanie Clifford
Stormy Daniels, yang nama aslinya adalah Stephanie Clifford, bintang film porno yang menyatakan ia mempunyai hubungan dengan Donald Trump sebelum ia menjadi menjadi presiden Amerika Serikat, diperlihatkan dalam foto yang disiarkan oleh Kantor Polisi Franklin, Kamis (12/7/2018). ANTARA FOTO/Courtesy Franklin County Sheriff's Office/Handout via REUTERS


Kronologi Kasus Skandal Donald Trump dan Stormy Daniels

Dakwaan yang dituduhkan kepada Trump berkaitan dengan dugaan hubungan gelapnya dengan Stormy Daniele. Berikut adalah kronologi kasusnya sebagaimana dikutip dari laporan CBS News.

  • Pada Juli 2006

Stormy Daniels bercerita telah melakukan perselingkuhan dengan Donald Trump. Saat itu, dia berusia 27 tahun, sedangkan Trump 60 tahun. Perselingkuhan itu terjadi dalam acara turnamen golf selebriti di Lake Tahoe, Nevada. Cerita ini diungkapkan oleh Daniels dalam acara "60 Minutes" pada 2018.

  • Pada Mei 2011

Daniels kembali melakukan wawancara di sebuah majalah yang menggambarkan pertemuannya dengan Trump. Dalam pertemuan tersebut, kata Daniels, Trump memberikan uang sebanyak 15.000 dolar AS kepadanya.

Hanya saja, wawancara tersebut tidak pernah dimuat. Sebab, Michael Cohen, pengacara Trump, mengancam akan menuntut mereka.

  • Pada Juli, 2016

Trump terpilih menjadi calon presiden dari Partai Republik.

  • Pada 5 Agustus 2016

National Enquirer mendapatkan hak atas cerita perselingkuhan Daniels dan Trump, dengan nilai 150.000 dolar AS. Namun media itu tidak pernah mempublikasikan ceritanya, agar tidak mempengaruhi pemilu.

  • Pada September 2016

Michael Cohen mencapai kesepakatan dengan CEO American Media untuk mengamankan perjanjian perusahaan McDougal sebesar 125.000 dolar AS. Kesepakatan tersebut dilakukan agar cerita perselingkuhan tidak mencuat ke publik.

  • 8 Oktober 2016

Daniels diwakili oleh pengacara Davidson, mengatakan kepada Dylan Howard, pemimpin redaksi National Enquirer, bahwa dia bersedia memberikan keterangan tentang dugaan perselingkuhannya dengan Trump.

Howard dan Pecker memberi tahu Cohen tentang percakapan tersebut dan menghubungkan Cohen dengan Davidson.

Cohen menegosiasikan kesepakatan untuk membayar Daniels sebesar 130.000 dolar AS sebagai imbalan atas hak atas ceritanya dan perjanjian kerahasiaan.

  • 27 Oktober 2016

Cohen mengirim uang sebesar 130.000 dolar AS kepada Davidson, pengacara Daniels.

  • 1 November 2016

Cohen menerima salinan perjanjian yang ditandatangani antara Peggy Peterson dan David Dennison. Surat itu tertanggal 28 Oktober. Dalam surat tersebut, Peggy Peterson merupakan nama samaran untuk Daniels.

Identitas Dennison disamarkan. Menurut pengacara Daniels nama tersebut merupakan nama samaran Trump.

  • 8 November 2016

Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat setelah mengalahkan Hillary Clinton dari Partai Demokrat.

  • Januari 2017

Cohen meminta mengganti uang dari Trump Organization sebesar 420.000 dolar AS yang harus dibayarkan dengan cicilan bulanan selama 12 bulan. Cohen mengirimkan tagihan sebesar 35.000 dolar AS per bulan dan menerima 420.000 dolar AS dari perusahaan Trump Organization sepanjang tahun.

  • 20 Januari 2017

Trump dilantik sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat.

  • 12 Januari 2018

The Wall Street Journal menerbitkan sebuah artikel yang merinci pembayaran 130.000 persen kepada Daniels. Pembayaran tersebut sebagai imbalan atas cerita perselingkuhan dirinya dengan Trump.

Kemudian, Cohen mengatakan bahwa Trump menyangkal berselingkuh, tetapi tidak membahas pembayaran. Cohen juga mengirim pernyataan yang diklaimnya berasal dari "Stormy Daniels," yang mengatakan bahwa cerita perselingkuhan itu palsu.

  • 13 Februari 2018

Cohen mengakui telah melakukan pembayaran kepada Daniels untuk pertama kalinya.

  • 6 Maret 2018
Daniels yang sekarang diwakili oleh pengacara Michael Avenatti, menggugat Trump. Gugatan tersebut tentang perselingkuhan dirinya dengan Trump pada tahun 2006, Serta menerima uang sebesar 130.000 dolar AS dari Cohen untuk tutup mulut atas hubungan gelap tersebut.

  • 9 Maret 2018

Avenatti kemudian menunjukkan bahwa Cohen menggunakan alamat email Trump Organization untuk mengatur transfer uang yang terkait dengan perjanjian tersebut.

  • 7 April 2021
Alvin Bragg menegaskan bahwa penyelidikan kriminal terhadap Trump dan perusahaannya tetap aktif. Ia mengatakan bahwa para penyelidik dan jaksa penuntut sedang mengeksplorasi bukti-bukti yang belum pernah digali sebelumnya.

  • 17 Agustus 2021

Weisselberg, CEO Trump Organization mengaku bersalah. Dia mengaku menerima lebih dari 1,7 juta dolar AS dalam bentuk kompensasi yang belum dikenai pajak.

  • 17 November 2021

Pada persidangan Trump Organization, Weisselberg bersaksi bahwa Trump dan dua anaknya diduga berpartisipasi dalam skema untuk menipu otoritas pajak.

  • 6 Desember 2021

Juri di New York memutuskan bahwa dua perusahaan Trump Organization bersalah atas 17 tuduhan penipuan pajak dan kejahatan lainnya.

  • 17 Januari

Cohen bertemu dengan para penyelidik dari kantor jaksa penuntut umum, sebuah pertanda baru bahwa penyelidikan yang telah berlangsung bertahun-tahun terhadap Trump mungkin akan meningkat.

  • 30 Maret 2023

Trump didakwa oleh dewan juri Manhattan, menurut dua pengacaranya. Rincian dakwaan atau tuntutan belum jelas.


Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan menarik lainnya Sulthoni
(tirto.id - Politik)

Kontributor: Sulthoni
Penulis: Sulthoni
Editor: Alexander Haryanto

DarkLight