Soal Papua, Amien Rais Sebut Banyak Negara Bubar karena Perpecahan

Oleh: Selfie Miftahul Jannah - 23 Agustus 2019
Amien Rais mengatakan pemerintah jangan menganggap enteng perihal konflik yang terjadi di Papua.
tirto.id - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta pemerintah lebih serius menangani kasus kerusuhan di Papua terkait kasus rasisme. Sebab, menurut Amien, banyak negara besar yang bubar akibat adanya perpecahan didalam tubuh negaranya. Salah satunya, kata Amien mencontohkan, seperti USSR (Union of Soviet Socialist Republics) atau Uni Soviet.

"Jadi dulu kita melihat tahun ada USSR. Negara super power yang setara dengan Amerika, kemudian sekarang sudah bubar tidak ada lagi bekasnya sama sekali. Yugoslavia, negara di Eropa Timur yang paling kuat paling makmur paling stabil sekarang enggak ada sama sekali bekasnya sudah bubar. Nah kita menyadari jangan main main," kata dia di Lokasi Acara Milad PAN ke-21 di Jalan Jembatan III Raya, Kolong Jembatan Pejagan Pluit, Jakarta Utara, Jumat (23/8/2019).

Ia mengatakan, pemerintah jangan menganggap enteng perihal konflik yang terjadi di Papua. Sebab, Amien, takut konflik tersebut akan memicu perpecahan di wilayah lainnya.

"Jadi saya ingatkan jangan pernah anggap enteng perkembangan di Papua dan Papua Barat. Saya pernah mengatakan, sebuah negara besar yang nampak kuat ekonominya. Kuat militernya, kuat kepolisiannya bisa runtuh dalam tempo minggu atau bulan," kata dia.

Untuk itu, Amien berpesan, agar Presiden Jokowi berhati-hati dalam mengambil keputusan dalam kasus Papua ini.

"Jadi pesan saya pada Mas Jokowi lihat sekarang Papua, gerakan pembebasan untuk Papua Barat sudah mengagendakan agar referendum disidangkan untuk Desember tahun ini. Apalagi saya mengikuti perkembangan dari Papua itu ada campur tangan luar negeri ke Papua dan Papua Barat itu sudah begitu sangat kentara," terang dia.


Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan menarik lainnya Selfie Miftahul Jannah
(tirto.id - Politik)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Alexander Haryanto
DarkLight