Menuju konten utama

SMRC: Elektabilitas Anies-Imin Hanya 10 Persen di NU Jawa Timur

Hasil survei SMRC 45,4 persen anggota NU di Jawa Timur yang memilih Ganjar, 25,4 persen memilih Prabowo, 9,5 persen memilih Anies.

SMRC: Elektabilitas Anies-Imin Hanya 10 Persen di NU Jawa Timur
Bakal calon presiden Anies Rasyid Baswedan menyampaikan sambutan saat mengunjungi Pondok Pesantren Nurul Islam, Sumbersari, Jember, Jawa Timur, Kamis (28/9/2023). Kunjungan pasangan bakal calon presiden Anies Rasyid Baswedan dan bakal calon wakil presiden Muhaimin Iskandar (AMIN) tersebut untuk bersilaturahim dengan sejumlah kiai di Jawa Timur dalam pemenangan Pemilu Presiden 2024. ANTARA FOTO/Seno/nym.

tirto.id - Peneliti sekaligus pendiri lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani menyebut perolehan elektabilitas Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur hanya 10,1 persen.

Dalam survei ini, Saiful Mujani juga menemukan pasangan Ganjar Pranowo–Ridwan Kamil mendapatkan dukungan anggota NU Jawa Timur 46,3 persen; Prabowo Subianto–Erick Thohir 22,9 persen.

SMRC belum memasangkan Ganjar atau Prabowo dengan nama-nama lain. Ganjar masih dipasangkan dengan Ridwan Kamil dan Prabowo dengan Erick Thohir. Tujuannya adalah untuk melihat efek elektoral pemilihan presiden setelah deklarasi Anies – Muhaimin.

"Angka ini tidak terlalu jauh berbeda dengan simulasi tiga nama tanpa pasangan. Dalam simulasi ini, sebanyak 45,4 persen anggota NU di Jawa Timur yang memilih Ganjar; 25,4 persen memilih Prabowo; 9,5 persen memilih Anies; dan masih ada 19,8 persen belum menjawab," kata Saiful Mujani dalam presentasinya secara virtual pada Kamis (12/10/2023).

Menurutnya, elektabilitas capres tidak akan terbantu dengan keberadaan cawapresnya. Hal itu berkaca dengan perolehan survei Anies Baswedan yang tetap di kisaran 10 persen walaupun sudah berpasangan dengan Muhaimin Iskandar cawapres.

“Efek pasangan Capres sebetulnya tidak penting. Karena dengan atau tanpa pasangan, Ganjar Pranowo cenderung lebih unggul dibanding Prabowo dan Anies di kalangan anggota NU Jawa Timur,” ungkapnya.

Menurut Saiful, ada tiga lapis masyarakat yang diharapkan muncul memberi dukungan pada pasangan Anies- Muhaimin. Pertama diharapkan yang mendukung pasangan Anies-Muhaimin datang dari pendukung partai yang mengusungnya: PKS, Nasdem, dan PKB. Secara spesifik, diharapkan pendukung PKB mendukung pasangan tersebut.

Kedua, dukungan itu diharapkan meluas ke massa organisasi masyarakat. Ormas yang dekat dengan PKB adalah NU.

"Karena itu, diharapkan massa NU terkanalisasi dukungan politiknya ke pasangan Anies-Muhaimin. Di lapis ketiga, baru masyarakat umum," terangnya.

Dirinya menyampaikan bahwa jaringan Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur menjadi cerminan NU di Indonesia. Saiful menyebut bahwa massa NU sangat besar. Secara proporsional, persentase massa NU di Jawa Timur dua kali lebih besar dibanding nasional sebanyak 20 persen.

“NU di Jawa Timur sangat besar. Yang mengaku sebagai anggota NU di Jawa Timur sekitar 48,4 persen. Kalau diberi pertanyaan yang lebih longgar misalnya apakah Anda bagian dari jamaah NU, mungkin yang menjawab ya akan lebih besar lagi, bisa di atas 50 persen,” jelasnya.

Dirinya menyebut kesempatan Muhaimin di Pilpres 2024 dapat memperluas suara PKB di Jawa Timur. Hal itu mengingat suara PKB dan NU saling beririsan satu sama lain.

“Kalau PKB hanya mencurahkan perhatiannya untuk melayani NU, bahkan hanya di Jawa Timur, itu sudah besar. Karena itu, menurut dia, partai politik yang lain juga tertarik untuk dekat dengan NU karena begitu besarnya organisasi ini," ungkapnya.

Saiful juga menjelaskan mengapa suara Anies dan Muhaimin tak kunjung naik walau sudah sebulan lebih mereka deklarasi. Preferensi politik warga NU di Jawa Timur mirip dengan aspirasi umumnya warga Jawa Timur dalam pilihan presiden.

“Di Jawa Timur, baik warga NU maupun bukan jamaah NU kebanyakan memilih Ganjar. Sentimen politik orang NU dan orang Jawa Timur secara keseluruhan kurang lebih sama,” ujarnya.

Hasil survei ini memiliki margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 8,2% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Waktu wawancara lapangan 2- 11 September 2023.

Baca juga artikel terkait SURVEI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Politik
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Reja Hidayat