Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Polisi Cari Siapa yang Bertanggung Jawab

Oleh: Antara - 22 Februari 2020
Polisi juga akan memeriksa aturan dari kegiatan Pramuka susur Sungai Sempor itu.
tirto.id - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta akan menelusuri kasus hanyutnya siswa SMPN 1 Turi, Sleman. Hal itu terkait dengan insiden 7 siswa meninggal, 3 hilang, dan 23 luka-luka saat kegiatan susur Sungai Sempor, kemarin.

"Kami lakukan pemeriksaan siapa yang harus bertanggung jawab akan peristiwa ini," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (22/2/2020).

Yuliyanto menjelaskan, harus diperiksa juga aturan yang terkait dengan kegiatan Pramuka tersebut. Ini untuk mencari tahu, seberapa besar pengaruhnya bagi insiden tersebut.

"Aturan-aturan dalam kegiatan pramuka yang berisiko juga sedang kami dalami, sehingga nantinya penyidik bisa menentukan para pihak yang akan bertanggung jawab," tuturnya.
Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Wahyu Pristiawan mengatakan, korban yang hilang berjumlah 3 siswa. Hingga saat ini masih terus dilakukan operasi pencarian.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta Wahyu Efendi menuturkan, insiden itu tidak didahului tanda-tanda hujan di lokasi kejadian maupun potensi air meluap secara tiba-tiba.

"Cuaca saat kejadian berawan. Tidak ada tanda hujan. Aliran sungai tidak terlalu deras, saat susur tiba-tiba meluap," kata Wahyu Efendi.

Berdasarkan data korban dari BNPB, siswa yang meninggal dunia berusia 13 hingga 15 tahun. Seluruhnya perempuan. Satu siswi telah dimakamkan dan empat lainnya telah dibawa keluarganya.

Begitu juga tiga korban hilang, seluruhnya perempuan. Usia mereka 12 dan 13 tahun. Mereka siswi kelas VII.


Baca juga artikel terkait SMPN 1 TURI atau tulisan menarik lainnya Antara
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Antara
Editor: Dieqy Hasbi Widhana
DarkLight