Menuju konten utama

Sinopsis Film The Flu (2013): Ancaman Virus Mematikan di Korea

The Flu menceritakan tentang wabah virus H5N1 di distrik Bundang, Korea Selatan.

Sinopsis Film The Flu (2013): Ancaman Virus Mematikan di Korea
Poster film THE FLU. FOTO/CJ Entertainment

tirto.id - The Flu merupakan film asal Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2013. Film dengan tema wabah virus ini digarap oleh sutradara Kim Sung Su, sedangkan naskahnya ditulis oleh Lee Yeong Jong.

Secara garis besar, The Flu menceritakan tentang wabah virus H5N1 di distrik Bundang, Korea Selatan. Virus ini sangat mematikan karena bisa membunuh korban hanya dalam waktu 36 jam.

The Flu tak hanya menunjukkan bagaimana bahayanya sebuah virus dalam mengacaukan kota. Film ini juga memperlihatkan betapa ganasnya ego manusia saat dalam keadaan terdesak.

The Flu dibintangi oleh Jang Hyuk, aktor yang sudah lama berkecimpung di dunia seni peran. Ia diketahui pernah membintangi sejumlah drama seperti The Producers (2015), Voice (2017), dan Wok of Love (2018).

Selain Jang Hyuk, film ini juga ikut dibintangi oleh Soo Ae, Park Min Ah, Lee Hee Joon, dan masih banyak lagi.

Sinopsis The Flu

Dua bersaudara Ju Byung Woo dan Ju Byung Ki menyelundupkan imigran gelap ke Korea Selatan lewat sebuah kontainer. Namun semua imigran gelap tersebut meninggal terkena penyakit misterius, kecuali 1 imigran bernama Monssai.

Byung Woo dan Byung Ki akhirnya membawa Monssai. Di tengah perjalanan, Monssai berhasil kabur, sedangkan Byung Woo mulai menunjukkan gejala batuk dan demam. Ia pun dibawa ke klinik dan ditangani Dr. Kim In Hae, tapi nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan lagi.

Dari sinilah wabah virus akhirnya menyebar ke seluruh kota. Keesokan harinya, mulai banyak orang yang menunjukkan gejala yang sama seperti Byung Woo.

Penelitian pun menunjukkan bahwa virus berbahaya tersebut adalah H5N1 yang bermutasi dan bisa membunuh dalam waktu 36 jam saja. Hal ini memaksa pihak berwenang untuk segera melakukan karantina wilayah.

Kepanikan massal akhirnya tak bisa dihindari. Banyak orang panik dengan kemunculan virus mematikan ini. Rumah-rumah warga mulai kosong, jalanan sepi, sedangkan pihak militer terus berjaga-jaga agar warga Bundang tidak keluar dari batas karantina.

Sementara itu, Dr. Kim In Hae sempat kehilangan putrinya, Mi Reu, di tengah kekacauan akibat virus. Ia kemudian dibantu oleh Kang Ji Goo, seorang pemadam kebakaran yang sebelumnya juga pernah membantu In Hae.

Sayangnya tidak lama setelah itu Mi Reu menunjukkan gejala terpapar virus. In Hae pun mati-matian menyelamatkan putrinya yang kondisinya semakin melemah.

Di pihak lain, Monssai digadang-gadang bisa jadi penyelamat dari wabah ini. Satu-satunya imigran gelap yang selamat tersebut diketahui memiliki antibodi untuk melawan virus.

In Hae tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan. Ia berusaha menyelamatkan putrinya dengan memanfaatkan darah Monssai. Tapi keberadaan Monssai rupanya memicu konflik lain hingga terjadi pertumpahan darah.

Keadaan semakin kacau ketika pemerintah setempat memutuskan untuk membumihanguskan Bundang. Mereka beralasan bahwa langkah tersebut dilakukan demi mencegah penyebaran virus yang lebih luas.

Ide ini tentu saja mengundang perdebatan dan ditentang keras oleh banyak pihak, termasuk tim medis yang berusaha mengembangkan obat. Tapi sepertinya keputusan menghancurkan kota sudah tidak bisa diubah lagi. Nyawa In Hae, Ji Goo, Mi Reu, dan warga kota Bundang pun kini dalam bahaya.

Baca juga artikel terkait FILM KOREA atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Film
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Yulaika Ramadhani