Menuju konten utama

Sesmenkopolhukam Enggan Beberkan Tuntutan Massa Aksi Bela Tauhid

Agus berjanji akan segera menyampaikan tuntutan massa kepada Menkopolhukam Wiranto.

Sesmenkopolhukam Enggan Beberkan Tuntutan Massa Aksi Bela Tauhid
Pengunjuk rasa mengikuti Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/10/2018). ANTARA FOTO/Henri Silaban/wsj/foc.

tirto.id - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Sesmenkopolhukam) Agus Surya Bakti enggan memberitahukan hasil pertemuan dirinya dengan perwakilan massa Aksi Bela Tauhid.

“Saya tidak punya kapasitas dan kewenangan menyampaikan itu. Saya sebagai penyambung kepada Menkopolhukam,” ujar dia di kantornya, Jumat (26/10/2018). Namun, ia berjanji akan segera menyampaikan tuntutan massa kepada Menkopolhukam Wiranto.

Ada tujuh perwakilan massa, tambah Agus, yang diterima dan memberikan aspirasi. Ketika ditanya soal pembubaran Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) dan mengadili pembakar bendera, ia tetap enggan menjawab.

“Dalam pertemuan tersebut, tidak ada kesepakatan terhadap substansi aspirasi mereka (pembubaran Banser NU),” jelas dia. Ia juga menyatakan kepada perwakilan massa bahwa, dirinya tidak bisa menjamin aspirasi mereka dipenuhi.

Sementara itu, salah satu perwakilan massa, yakni Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak menginginkan tuntutan mereka segera dipenuhi pada pekan depan. “Ada (batas waktu), awal pekan depan,” ujar dia.

Ia menuntut agar pelaku pembakaran bendera dihukum lantaran telah melanggar hukum. Tapi, jika pemerintah tidak menanggapi tuntutan mereka, tambah Yusuf, maka massa berencana mengadakan aksi pada Jumat, 2 November.

Yusuf menegaskan ada usulan soal pembubaran Banser NU, namun para penuntut lebih memfokuskan perihal pembakaran bendera. “Kami tidak mengarah ke sana, tapi jika dalam proses hukum menyatakan beberapa oknum itu bersalah, maka organisasinya harus dibubarkan,” jelas dia.

Baca juga artikel terkait AKSI BELA TAUHID atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Alexander Haryanto