tirto.id - "Tolak pemakzulan, pilihlah demokrasi... Jangan terima kudeta," kata pemimpin sayap kiri berusia 68 tahun itu saat membela diri di hadapan senator yang ingin melengserkannya.
Senat hanya memerlukan dua pertiga suara mayoritas untuk memberhentikan Rousseff. Dilma Rousseff, perempuan pertama yang menjadi presiden Brasil.
Rousseff dituduh memanipulasi dana untuk menyembunyikan kondisi keuangan negara selama kampanye pencalonan dirinya kembali untuk jabatan presiden pada 2014. Rousseff dituduh mengambil pinjaman ilegal untuk menutupi kekurangan anggaran. Namun momentum untuk menurunkan dia dari jabatannya juga dipicu oleh kemarahan besar akibat resesi terpanjang dalam sejarah Brasil, serta kelumpuhan politik dan skandal korupsi besar yang terpusat di perusahaan minyak negara Petrobas.
Ribuan warga Brazil turun ke jalan menuntut turunnya Presiden Dilma Rousseff atas korupsi pemerintah tersebut.
Proses pemakzulan Rousseff sempat membingungkan setelah pejabat ketua majelis rendah mengatakan keputusan bulan lalu untuk menyerahkan masalah ini ke Senat tidak sah. Ia mengatakan, Rousseff tidak pernah diberi kesempatan untuk membela diri sehingga pemungutan suara menyangkut pemakzulannya itu tidak sah. Namun belakangan ia menarik pernyataannya tersebut dan pemimpin Senat Renan Calheiros mengatakan debat dan pemungutan suara dilangsungkan Rabu (31/8/2016) waktu setempat, sesuai jadwal.
Dan hasilnya, Enam puluh satu senator suara mendukung menghapus Rousseff dari kursi kepresidenan; dua puluh menentang pemakzulannya.
Foto : Reuters dan Teks : Tf Subarkah
Masuk tirto.id





























