Sekjen Demokrat Tegaskan Tak Ada Forum KLB di Partainya

Oleh: Bayu Septianto - 4 Juli 2019
Dibaca Normal 1 menit
Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan partainya tidak mengenal forum Kongres Luar Biasa (KLB), apalagi untuk menurunkan posisi Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
tirto.id - Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan Partai Demokrat tak mengenal adanya forum Kongres Luar Biasa (KLB), apalagi untuk menurunkan posisi Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pernyataan Hinca itu merespons keinginan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat. Organisasi ini meminta Partai Demokrat segera menggelar kongres luar biasa karena menilai Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) gagal memimpin partai selama dua periode.

"KLB itu tidak berdasar dan tidak ada alasannya," jelas Hinca di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

Menurut Hinca, di partainya yang ada hanyalah kongres yang rutin digelar setiap lima tahun sekali sesuai dengan AD/ART partai. Ia pun mengatakan bahwa kongres terakhir yang diadakan Demokrat pada Mei 2015 di Surabaya, Jawa Timur.

"Maka lima tahun berikutnya adalah bulan Mei 2020 dan siklus itu berjalan biasa saja dan saya pastikan tidak ada KLB," tegasnya.

Hinca menjelaskan jika ada KLB juga harus diajukan oleh Majelis Tinggi Partai atau 2/3 dari Ketua DPD dan setengah DPC. Demokrat, kata Hinca, akan menegakkan aturan sesuai mekanisme di internal partainya.

"Nah, DPD udah nolak semua kok. Jadi ini sesuatu yang internal kami dan kami akan tegakkan," pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat seperti Hengky Luntungan dan Sahat Saragih mendesak SBY mundur dari jabatan ketua umum. Menurut mereka, SBY gagal menjalankan tugasnya sebagai pucuk pimpinan partai.

"SBY gagal selama menjadi ketua umum dalam dua periode pemilu, yaitu tahun 2014 dan 2019," tutur salah seorang pendiri Demokrat Hengky Luntungan di kAwasan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Selasa (2/7).

Hengky mengungkit perolehan suara Demokrat di Pemilu 2009. Kala itu, Demokrat meraih 20,40 persen suara nasional.

Namun, turun menjadi 10,19 persen pada Pemilu 2014. Angka itu kembali turun pada pemilu 2019, yang mana Demokrat hanya mendapat 7,77 persen suara.

Hengky juga mengatakan SBY telah merusak tatanan partai dengan melanggar sejumlah ayat dalam AD/ART. Bahkan, lanjut Hengky, SBY pun tak segan memberikan jabatan kepada untuk anggota keluarganya.


Baca juga artikel terkait PARTAI DEMOKRAT atau tulisan menarik lainnya Bayu Septianto
(tirto.id - Politik)

Reporter: Bayu Septianto
Penulis: Bayu Septianto
Editor: Maya Saputri