Menuju konten utama

Sejarah Olahraga Judo, Aturan, dan Induk Organisasi Judo Dunia

Sejarah Olahraga Judo, Aturan, dan Induk Organisasi Judo Dunia

Sejarah Olahraga Judo, Aturan, dan Induk Organisasi Judo Dunia
Judoka Jawa Tengah Sri (kiri) berusaha membanting judoka Jawa Barat Dheny (kanan) pada final Judo Putri kelas -52Kg Peparnas Papua di GOR Trikora, Kota Jayapura, Papua, Selasa (9/11/2021). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Judo adalah salah satu seni beladiri dan olahraga yang berasal dari Jepang. Cabor ini secara resmi dipertandingkan di Olimpiade sejak 1964. Dalam Olimpiade, terdapat 15 nomor untuk cabor judo, 7 dari kategori putra, 7 dari kategori putri, dan 1 nomor mixed team.

Judo diciptakan oleh Kano Jigoro pada 1882. Judo secara bahasa berarti cara yang halus atau jalan yang lembut. Judo dikembangkan Kano dari jujutsu dengan cara menghilangkan gerakan-gerakan berbahaya dari jujutsu, lantas menambah gerakan yang diciptakan Kano sendiri.

Pada Februari 1882, Kano Jigoro mendirikan sekolah di kuil Eisho-ji. Pada kemudian hari, sekolah ini disebut sebagai Kodokan, atau ada pula yang menyebutnya Kodokan Judo. Jika dipahami dari suku kata pembentuk kodokan, ko berarti metode, do berarti jalan, dan kan berarti tempat. Kodokan Judo bermakna tempat untuk mempelajari metode judo (jalan yang lembut).

Ada dua prinsip utama judo, yaitu seiryoku zen'yō (efisiensi maksimum, upaya minimum) dan jita kyōei (manfaat bersama).

Dalam konsep Kano Jigoro, menghadapi lawan yang lebih kuat secara langsung akan menyebabkan kekalahan bagi seorang yang lebih lemah.

Namun, jika orang yang lemah itu menyesuaikan dan menghindari serangan, akan menyebabkan lawan yang lebih kuat hilang keseimbangan. Hal ini memungkinkan seseorang yang lebih lemah untuk mengalahkan lawan yang jauh lebih kuat.

Dalam pertarungan judo, yang dilakukan adalah berupaya melempar lawan, melumpuhkan, atau memaksa lawan menyerah dengan kuncian sendi.

Teknik dalam judo sendiri terdiri dari teknik lempar (nage-waza), teknik gulat (katame-waza), teknik serangan tubuh (atemi-waza), membendung dan menangkis (uke-waza), teknik menerima (ukemi), dan teknik resusitasi (kappo).

Nama Induk Organisasi Judo Dunia & Kejuaraan Dunia Judo

Badan yang mengelola judo secara internasional adalah Federasi Judo Internasional (IJF) yang didirikan pada Juli 1951. Saat ini terdapat 200 negara yang merupakan anggota IJF, termasuk Indonesia.

Dalam naungan IJF, terdapat dua kompetisi. Yang pertama, World Judo Championship yang sudah dimulai sejak 1956 di Tokyo, Jepang. Yang kedua, World Tour Tournaments yang dimulai sejak 2009. Konsep World Tour Tournament ini adalah serial Grand Slam dan Grand Prix di berbagai kota dunia, seperti GS Paris, GS Tel Aviv, GS Tashkent, hingga GP Zagreb.

Di Indonesia, organisasi yang mengelola judi adalah PJSI atau Persatuan Judo Seluruh Indonesia.

Tingkatan dalam Judo

Tingkatan dalam judo dibedakan menjadi 2, yaitu kyu dan dan. Kyu adalah tingkat pemula, sedangkan dan adalah tingkat ahli. Kyu ditandai dengan warna sabuk yang berbeda-beda, dari sabuk kuning (kyu 5) hingga sabuk coklat (kyu 1).

Menurut keterangan IJF, sabuk berwarna (dari putih menjadi coklat), dipelopori di Inggris pada pertengahan 1920-an dan kemudian diperkenalkan di Prancis oleh Mikinosuke Kawaishi.

Tingkatan kyu dalam judo dibedakan untuk pejudo di bawah 16 tahun dan yang di atas 16 tahun. Untuk pejudo di bawah 16 tahun, ada 5 tingkat kyu, yaitu Kyu-5 (sabuk kuning), Kyu-4 (sabuk oranye), Kyu-3 (sabuk hijau), Kyu-2 (sabuk biru), dan Kyu-1 (sabuk coklat).

Untuk pejudo di atas 16 tahun, ada 6 tingkat kyu, yaitu Kyu-6 (sabuk putih), Kyu-5 (sabuk kuning), Kyu-4 (sabuk oranye), Kyu-3 (sabuk hijau), Kyu-2 (sabuk biru), dan Kyu-1 (sabuk coklat).

Sementara itu, tingkatan dan dalam judo, ada 10. Ini dimulai dari Sho-dan (dan pertama), Ni-dan (dan kedua), San-dan (dan ketiga), Yo-dan (dan keempat), lalu Go-dan (dan kelima) yang ditandai dengan sabuk hitam.

Setelah itu, ada Roku-dan (dan keenam), Shichi-Dan (dan ketujuh), dan Hachi-dan (dan kedelapan) ditandai dengan sabuk berwarna merah dan putih.

Terakhir, ku-dan (dan kesembilan) dan ju-dan (dan kesepuluh) ditandai dengan sabuk merah. Untuk mencapai tingkat dan, pejudo harus mengikuti ujian yang menilai kemampuan teknik, teori, dan etika judo.

Cara Mendapatkan Poin dalam Judo

Cara mendapatkan poin dalam judo adalah dengan melakukan teknik bantingan (nage waza) atau teknik kuncian (katame waza) yang berhasil melumpuhkan lawan1. Ada beberapa tingkat poin dalam judo, yaitu:

  • Ippon (10 poin), diberikan jika berhasil menjatuhkan lawan dengan sempurna, melumpuhkan lawan selama 20 detik, membuat lawan menyerah atau knock-out, atau melakukan teknik kuncian yang efektif.
  • Waza-ari (7 poin), diberikan jika berhasil menjatuhkan lawan dengan kurang sempurna, melumpuhkan lawan selama 15-19 detik, atau melakukan teknik kuncian yang kurang efektif.
  • Yuko (5 poin), diberikan jika berhasil menjatuhkan lawan dengan tidak sempurna atau melumpuhkan lawan selama 10-14 detik.
  • Koka (3 poin), diberikan jika berhasil menjatuhkan lawan dengan sangat tidak sempurna atau melumpuhkan lawan selama 5-9 detik.
  • Judoka yang mendapatkan poin lebih banyak dari lawannya dalam waktu pertandingan akan menjadi pemenang. Jika kedua pegulat memiliki poin yang sama, maka akan dilakukan perpanjangan waktu atau golden score sampai ada salah satu yang mendapatkan poin lebih dulu.

Aturan Pertandingan Judo

Aturan pertandingan judo adalah sebagai berikut.

  • Pertandingan judo dilakukan di atas arena yang dilapisi karpet khusus yang disebut tatami, berukuran 14 x 14 meter dengan area yang dapat digunakan untuk bertanding berukuran 10 x 10 meter.
  • Judoka harus saling membungkuk untuk memberi penghormatan sebelum dan sesudah pertandingan.
  • Judoka harus menggunakan seragam yang disebut gi dengan baik sesuai aturan yang berlaku. Jarak celana dan baju tidak boleh lebih dari 5 cm dari mata kaki dan pergelangan tangan. Seragam diikat menggunakan sabuk.
  • Pertandingan judo dapat diadakan secara perorangan atau beregu. Beberapa kompetisi membagi pertandingan menjadi beberapa kategori, berdasarkan berat tubuh, tingkatan, atau umur.
  • Durasi pertandingan judo bervariasi tergantung pada aturan yang digunakan. Biasanya antara 3-20 menit. Jika tidak ada pemenang dalam waktu tersebut, maka akan dilakukan perpanjangan waktu atau golden score sampai ada salah satu yang mendapatkan poin lebih dulu.
  • Pemenang ditentukan dengan jalan judoka pertama yang meraih satu angka, baik dengan bantingan maupun kuncian. Jika setelah waktu yang ditentukan tidak ada pemain yang memperoleh satu angka, pemain dengan nilai lebih tinggi menang atau pertandingan berakhir seri.

Baca juga artikel terkait OLAHRAGA atau tulisan lainnya dari Ega Krisnawati

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Ega Krisnawati
Penulis: Ega Krisnawati
Editor: Fitra Firdaus