tirto.id - Sejarah Hari Buruh Internasional tanggal 1 Mei bermula dari peristiwa demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat pada abad ke-19 silam. Adapun May Day adalah sebutan lain yang mengacu kepada peringatan Hari Buruh sekarang.
1 Mei May Day sendiri kini menjadi peringatan Hari Buruh Internasional yang dirayakan di berbagai negara dunia. Beberapa negara di antaranya meliburkan pekerja pada tanggal tersebut, termasuk di Indonesia.
Peringatan Hari Buruh Internasional ini bertujuan untuk mengingat perjuangan para buruh terdahulu. Kemudian meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya hak-hak setiap buruh.
Sejarah Hari Buruh Internasional 1 Mei
Mengutip situs History, perayaan 1 Mei telah menjadi tradisi untuk menyambut perubahan musim semi di belahan bumi bagian utara sejak ribuan tahun lalu. Tanggal 1 Mei kemudian berubah menjadi peringatan Hari Buruh sejak adanya demonstrasi pada abad ke-19 di Amerika Serikat.
Landasan pemilihan tanggal 1 Mei untuk May Day adalah merujuk kepada peristiwa kericuhan Haymarket, AS. Kejadian yang penting bagi para buruh ini terjadi pada 4 Mei 1886.
Sejarah Hari Buruh Internasional berawal dari demo tanggal 1 Mei, setidaknya 300.000 pekerja melakukan aksi pemogokan kerja untuk menuntut hak-hak mereka. Salah satu tujuan dari aksi tersebut adalah menginginkan pemberlakuan waktu bekerja delapan jam sehari.
Pada masa itu, kondisi buruh sangat parah dengan ketentuan bekerja 10 hingga 16 jam sehari dan situasi kerjanya tidak aman. Sebagaimana dikutip dari laman Industrial Workers of the World, kematian dan cedera menjadi hal biasa di banyak tempat kerja.
Sejak tahun 1860-an, telah banyak pekerja yang memikirkan perlunya mempersingkat waktu bekerja tanpa ada pemotongan gaji. Akan tetapi, baru di akhir tahun 1880-an tenaga kerja terorganisir dan mampu mengumpulkan cukup kekuatan untuk menuntut hak bekerja mereka.
Demonstrasi Haymarket pun terjadi. Aksi untuk menuntut hak buruh yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi bentrokan pada 3 Mei, tepatnya terjadi di McCormick Reaper Works.
Keesokan harinya, sebuah demonstrasi pun berlangsung pula di Lapangan Haymarket. Para buruh datang untuk memprotes pembunuhan dan luka yang dilakukan para polisi pada hari sebelumnya.
Ketika petugas datang untuk membubarkan kerumunan, seorang yang tidak pernah diidentifikasi melemparkan bom ke dalam barisan mereka. Kekacauan pun muncul sehingga tujuh polisi dan delapan warga sipil tewas akibat kekerasan hari tersebut.
Melansir Chicago History, ratusan pemimpin buruh dan simpatisan demonstrasi ditangkap. Kemudian, empat di antara mereka mendapatkan sanksi berupa hukuman gantung.
Pada tahun 1889, kongres pertama diadakan di Paris oleh The International Socialist Conferences. Pertemuan ini bertujuan untuk menanggapi proposal dari Raymond Lavigne terkait memperingati peristiwa kericuhan Haymarket di Chicago pada 1890.
Kongres kedua pada 1891 baru resmi menetapkan peringatan Hari Buruh Internasional. Sejak saat itu, beberapa negara di dunia menetapkan peringatan serupa pada tanggal serupa sebagai May Day.
Kendati demikian, AS dengan peristiwa Haymarket yang pertama kali menuntut hak-hak buruh tidak menggunakan tanggal tersebut sebagai Hari Buruh. Negara ini merayakan peringatan Hari Buruh pada Senin pertama setiap September.
Apa yang Berhasil Diperjuangkan Para Buruh?
Sebelum buruh menuntut hak-haknya, masih banyak kondisi kerja yang tidak nyaman dan memprihatinkan. Sebut saja sebelumnya masih terdapat pekerja di bawah umur yang bekerja di pertambangan, tetapi kini setiap negara menetapkan batas usia untuk para pekerja.
Indonesia misalnya, orang-orang yang boleh bekerja harus berusia minimal 15 (lima belas) tahun. Ketentuan itu terlampir di dalam Pasal 2 ayat 1 konvensi, sesuai yang termaktub di dalam UU Nomor 20 Tahun 1999.
Selain usia, hak-hak buruh lainnya juga mulai berubah karena perjuangan para buruh terdahulu. Berikut sejumlah hal yang berhasil diperjuangkan oleh para buruh hingga sekarang.
- Menghentikan pekerja anak
- Kondisi kerja yang lebih aman
- Jam kerja yang wajar
- Upah yang lebih baik
- Memberikan bantuan kepada pekerja yang terluka
- Memberikan tunjangan kesehatan
- Jaminan pensiun
KUMPULAN ARTIKEL HARI BURUH
---------------------
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani
Penyelaras: Yuda Prinada
Masuk tirto.id






































