Menuju konten utama

Rumah Sudah Jadi, Menteri PUPR hingga Menkes Pindah ke IKN Juli

Basuki Hadimuljono akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Juli 2024 mendatang.

Rumah Sudah Jadi, Menteri PUPR hingga Menkes Pindah ke IKN Juli
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) menyampaikan sambutan saat silaturahim presiden dengan penggiat infrastruktur di Istana Negara, Jakarta, Senin (4/12/2023)ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

tirto.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengatakan akan pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Panajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Juli 2024 mendatang. Saat ini, menurut dia, sistem perairan di wilayah tersebut masih belum masuk.

"Jadi (pindah), cuma airnya belum masuk, Juni masuk. Jadi Juli saya insyaallah saya pindah," kata Basuki saat menghadiri acara Halal Bihalal di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (24/4/2024).

Menurut dia, tempat tinggal yang nantinya bakal ditempati sebagai rumah dinas tersebut sudah disiapkan. Namun, rumah yang dibangun di kompleks IKN itu belum sepenuhnya rampung.

"Sudah (jadi), ada dua yang jadi tapi nanti semua jadi," kata dia.

Basuki juga memastikan bahwa pindahnya ke IKN juga dibarengi dengan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi dan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

Diketahui, Presiden Jokowi memastikan akan berpindah ke ibu kota baru pada Juli 2024. Dia mengaku akan pindah setelah airport dan tol jadi.

"Juli, Juli saya nunggu airport-nya jadi, jalan tol jadi, kalau airport jadi (dulu)," kata Jokowi di Nusantara, Kalimantan Timur, Kamis (29/2/2024).

"Tapi seperti tadi yang saya sampaikan kita perkirakan kota ini dalam 10 tahun menjadi kota hidup yang banyak masyarakat kita," kata Jokowi.

Jokowi memaparkan jika infrastruktur bandara dan jalan tol telah selesai dibangun maka waktu tempuh dari Bandara Nusantara ke IKN hanya 15 menit.

Baca juga artikel terkait IKN atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Flash news
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Anggun P Situmorang