Menuju konten utama

Roda Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal

Pesawat Turkish Airlines sempat mengeluarkan api dari rodanya saat mendarat di sebuah bandara di Nepal. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

Roda Pesawat Turkish Airlines Terbakar Saat Mendarat di Nepal
Pesawat Turkish Airlines mendapatkan penerbangan berikutnya di Bandara Internasional Ataturk Istanbul, Istanbul, Turki. FOto/iStockphoto

tirto.id - Pesawat Turkish Airlines mengalami kebakaran ketika mendarat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu, Nepal pada Senin (11/5/2026). Insiden ini sempat membuat pihak bandara menutup operasionalnya untuk beberapa jam.

Menukil Kathmandu Post, insiden tersebut terjadi ketika pesawat Turkish Airlines tersebut hendak mendarat di Bandara Tribhuvan. Namun, ketika pesawat mulai menapak tanah, roda pendaratan utama sebelah kanan pesawat terbakar.

Asisten juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Gyanendra Bhul, menjelaskan insiden itu membuat pesawat mengaktifkan prosedur evakuasi penumpang dengan seluncuran darurat. Tak ada laporan korban tewas dalam insiden itu, namun dua penumpang pesawat dilaporkan mengalami cedera ringan pada jemari.

Insiden itu kemudian membuat operasional bandara ditutup pada 06.34 waktu setempat. Penangguhan pemberangkatan dan pendaratan itu diterapkan selama kurang lebih satu setengah jam hingga bandara kembali dibuka pada pukul 08.12 waktu setempat.

Penangguhan layanan bandara tersebut dilakukan untuk memberi waktu petugas melakukan inspeksi wajib pasca-insiden. Penyelidikan terperinci atas insiden ini kini tengah dilakukan Departemen Standar Keselamatan Penerbangan Otoritas Penerbangan Sipil Nepal.

Seturut NDTV, pesawat Turkish Airlines itu berjenis Airbus A330 dengan nomor penerbangan TK726. Saat insiden terjadi, ada 277 penumpang dan 11 awak yang ada dalam pesawat tersebut. Pesawat ini mendarat di Tribhuvan setelah melalui penerbangan dari Istanbul, Turki.

Ketika api menjalar di roda pesawat, petugas pemadam di bandara segera melakukan penanganan. Tak lama setelahnya api berhasil dipadamkan, mencegah kerusakan lebih lanjut terjadi.

Menurut Rajkumar Silwal dari Kantor Keamanan Bandara Tribhuvan, api pada roda pesawat itu tercipta saat pesawat menyentuh landasan pacu. Para pejabat bandara menyebut kemungkinan hal tersebut kemungkinan terjadi karena masalah teknis, seperti pendaratan yang keras dan masalah tekanan ban.

Sebelum kecelakaan ini terjadi, Nepal telah beberapa kali mengalami insiden terkait penerbangan pada masa lalu. Insiden serupa yang juga melibatkan pesawat Turkish Airlines, misalnya, pernah terjadi pada 2015 lalu.

Pada 2015 itu, pesawat Turkish Airlines tergelincir dari landasan pacu yang basah ketika mendarat dalam kabut tebal. Insiden ini juga terjadi di Bandara Tribhuvan, serupa dengan lokasi insiden pada Senin.

Para ahli penerbangan telah memperingatkan medan pegunungan dan cuaca yang sulit diprediksi di Nepal telah meningkatkan risiko penerbangan di negara tersebut. Para ahli menyebut kedua hal itu membuat proses penerbangan dan pendaratan di Tribhuvan menjadi proses yang menantang bagi pilot.

Sementara itu, Turkish Airlines merupakan salah satu maskapai utama yang melayani penerbangan internasional di Bandara Tribhuvan. Maskapai ini memiliki lima jadwal penerbangan mingguan dengan rute Istanbul-Nepal.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN PESAWAT atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar