Menuju konten utama

Respons Luhut Soal Kritik Penerapan Wajib PCR untuk Penerbangan

Menurut Luhut penerapan hasil tes PCR tetap penting sebagai monitoring akibat relaksasi aktivitas saat ini.

Respons Luhut Soal Kritik Penerapan Wajib PCR untuk Penerbangan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan arahan saat pembukaan kegiatan Youth Voice: Coral Reef Restoration ICRG (Indonesia Coral Reef Garden) di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (19/8/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf.

tirto.id -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menjawab alasan pemerintah tetap menerapkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) meski kasus COVID-19 di Indonesia saat ini mulai menurun.

Menurutnya, penerapan hasil tes PCR tetap penting sebagai monitoring akibat relaksasi aktivitas saat ini.

"Terkait dengan kewajiban penggunaan PCR yang dilakukan pada moda transportasi pesawat yang banyak dikritik, dapat kami sampaikan bahwa hal ini ditujukan utamanya untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, terutama pada sektor pariwisata," kata Luhut dalam keterangan, Senin (25/10/2021).

Luhut menilai, penguatan 3T dan 3M tetap harus dilakukan meski kasus COVID-19 menurun. Hal ini sangat penting karena periode libur Natal dan Tahun Baru semakin dekat.

Ia mengatakan, hasil survei internal Kementerian Perhubungan memprediksi akan ada potensi perjalanan hingga 19,9 juta sementara Jabodetabek saja hanya 4,45 juta perjalanan.

"Peningkatan pergerakan penduduk ini, tanpa pengaturan protokol kesehatan yang ketat, akan meningkatkan risiko penyebaran kasus. Jadi apapun strategi yang kami lakukan tetap kita itu disamping tadi vaksinasi, yang lain-lain tapi membatasi pergerakan itu juga tetap kita buat di dalam beberapa tempat-tempat tertentu," kata Luhut.

Luhut pun mengaku, Jokowi sudah menaruh atensi terhadap peningkatan perjalanan tersebut.

"Presiden juga memberikan arahan tegas kepada kami semua untuk segera mengambil langkah terkait keputusan dan kebijakan mengenai hal ini dan merancang agar tidak ada peningkatan kasus akibat libur Natal dan tahun baru," kata Luhut.

Luhut juga mengaku, pemerintah khawatir ada kenaikan kasus lagi seperti beberapa waktu lalu, ketika mobilitas naik di masa varian delta. Pemerintah tidak ingin kejadian tersebut terulang.

Di sisi lain, Luhut juga mengatakan, pemerintah tidak hanya akan menerapkan kebijakan wajib PCR di penerbangan saja, tetapi juga di sektor lain.

"Secara bertahap penggunaan tes akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Natal tahun baru," kata Luhut.

Luhut menerangkan, pemerintah mendengar kritik soal penerapan kebijakan PCR untuk penerbangan.

"Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat resiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir," kata Luhut.

Luhut menegaskan, Indonesia belajar dari negara lain yang kini mengalami peningkatan kasus COVID-19 meski angka vaksinasi lebih tinggi dari Indonesia. Ia mencontohkan kenaikan kasus di Inggris dan negara lain, termasuk kenaikan kasus di Glasgow, Skotlandia.

"Ini semua kita belajar jadi saya mohon jangan kita hanya melihat enaknya karena enak ini kita rileks yang berlebihan, nanti kalo sudah ramai jangan juga nanti ribut. Jadi saya mohon kita sudah cukup pengalaman menghadapi ini jadi jangan kita emosional menanggapi apa yang kami lakukan ini," kata Luhut.

Baca juga artikel terkait SYARAT NAIK PESAWAT TERBARU atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Nur Hidayah Perwitasari