Realisasi Penarikan Uang Selama Ramadan Capai Rp 110 Triliun

Oleh: Shintaloka Pradita Sicca - 6 Juni 2018
Puncak permintaan uang itu terjadi sekitar minggu ketiga sampai keempat Ramadan.
tirto.id - Realisasi penarikan uang (outflow) dari Bank Indonesia selama periode Ramadan 2018 sampai dengan Selasa kemarin (5/6/2018) telah mencapai Rp110 triliun atau sebesar 58,4 persen dari perkiraan total kebutuhan peredaran uang kartal sebesar Rp188,2 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Rosmaya Hadi mengatakan, puncak permintaan uang itu terjadi sekitar minggu ketiga sampai keempat Ramadan.

"Ini memang minggu-minggu critical [banyak permintaan], biasanya minggu ke 4 Ramadan, sebelum Lebaran Idul Fitri orang rebutan menukarkan uang," kata Rosmaya di Bank Indonesia Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Rosmaya mengatakan, Bank Indonesia akan mendistribusikan uang itu ke berbagai daerah dengan cara menyalurkan dan menitipkan pengelolaan uang ke 114 kantor cabang Bank Indonesia (Kas Titipan).

"Untuk uang kas titipan sebesar Rp13,5 triliun atau 12,3 persen [dari Rp188,2 triliun]. Kemudian bisa dilihat penukaran masyarakat melalui loket BI dan kas BI realisasinya Rp760,8 miliar atau 0,7 persen, kegiatan lainnya Rp22,8 miliar," sebutnya.

Selain itu, ada 2.076 titik di seluruh Indonesia yang akan didistribusikan oleh Bank Indonesia. "Dan di kantor kas berakhir di tanggal 5 Juni, setelah itu bergerak ke kas keliling (mobil)," kata dia.

Berdasarkan sebaran wilayah, peredaran uang tertinggi berada di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur mencapai 43,7 persen. Lalu, untuk Jabodetabek 22,8 persen, Sumatera 19,9 persen dan kawasan timur 18,9 persen.


Baca juga artikel terkait LEBARAN 2018 atau tulisan menarik lainnya Shintaloka Pradita Sicca
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Alexander Haryanto