RateS Rilis Social Commerce Platform Dukung Perempuan Berwirausaha

Penulis: Yandri Daniel Damaledo, tirto.id - 28 Nov 2019 12:56 WIB
Dibaca Normal 2 menit
RateS meluncurkan aplikasi social commerce platform untuk mendukung perempuan Indonesia dalam berwirausaha.
tirto.id - RateS meluncurkan social commerce platform terbesar di Indonesia di mana partner reseller RateS dapat memanfaatkan media sosial mereka untuk memulai bisnis online dengan brand mereka sendiri tanpa memerlukan modal ataupun inventaris.

Melalui inovasi yang dilakukan oleh RateS, diharapkan mampu menciptakan 500.000 wirausaha pada tahun 2020.

“Kami melihat bagaimana internet dapat memberdayakan dan meningkatkan pertumbuhan bisnis, oleh karena itu kami ingin peluang ini dapat dimanfaatkan oleh sebanyak mungkin wirausahawan. Walaupun saat ini banyak platform e-commerce dan media sosial di Indonesia, namun keterbatasan modal dan waktu menjadi kendala yang sering dirasakan oleh mereka yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Di sinilah RateS hadir dan memberikan solusi," ucap Jake Goh, CEO dan Co-Founder, RateS, dalam rilis yang diterima Tirto, Kamis (28/11/2019).

Goh menambahkan, "Melalui aplikasi RateS, setiap partner reseller dapat memulai bisnis online tanpa memerlukan modal atau memiliki inventaris apapun, yang biasanya menjadi halangan utama untuk memulai bisnis."

Mendorong pemberdayaan perempuan melalui ekonomi digital RateS berfokus untuk membantu individu-individu yang seringkali harus berada di rumah, termasuk ibu rumah tangga yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dan mencapai standar hidup yang lebih tinggi.

Seringkali ibu rumah tangga kesulitan untuk memulai bisnis karena kurangnya modal, koneksi, pengetahuan, dan waktu. RateS tidak hanya menyediakan solusi bagi mereka untuk memasarkan dan menjual produk, platform ini juga mengedukasi agar mereka dapat menjadi wirausaha yang handal.

Dalam pertemuan G20 2019 di Osaka, Presiden Joko Widodo memberikan pernyataan bahwa perempuan memiliki potensi luar biasa dalam memberikan dampak pada ekonomi, politik, dan kehidupan sosial di Indonesia, namun banyak yang belum menyadari hal ini. Oleh karena itu dalam era digital dan globalisasi, merupakan kesempatan yang tepat bagi perempuan untuk dapat bergerak maju.

Pertiwi Triwidiahening, Program Officer, Women Entrepreneurship Programme, UN Women, menyatakan bahwa perempuan dapat berkontribusi pada pertumbuhan perekonomian, namun ditemui tantangan dalam partisipasi ekonomi mereka.

“Ketika perempuan bekerja, ekonomi bertumbuh. Walau telah banyak kemajuan yang telah dicapai, perempuan masih mengalami tantangan dalam berpartisipasi di sektor ekonomi. Tantangan seperti mendapatkan modal untuk memulai dan mengembangkan bisnis, mengakses jaringan bisnis masih menjadi hambatan," ucap Pertiwi.

Ia menambahkan, "Memastikan bahwa perempuan mendapatkan akses serta mampu memanfaatkan teknologi digital yang terus berkembang, serta memperoleh pengembangan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan pasar dan kebutuhan di dunia kerja yang terus berubah adalah kunci untuk meningkatkan partisipasi ekonomi mereka."

RateS memiliki tampilan yang user-friendly, sehingga mudah digunakan RateS menyediakan end-to-end service bagi partner reseller dengan menyediakan pilihan produk-produk berkualitas dari dalam dan luar negeri. Mereka dapat menelusuri katalog dan memilih produk manapun yang mereka ingin jual ke dalam toko online mereka.

Melalui fitur Shoplink, partner reseller dapat membagikan link toko mereka setelah menambahkan produk ke dalam toko online mereka.

Ketika tercipta transaksi jual beli antara partner reseller RateS dengan pelanggan, RateS membantu untuk mengirimkan produk tersebut ke alamat tujuan melalui jasa pengiriman barang terpercaya. Saat ini RateS sudah bekerja sama dengan JNE dan Sicepat.

Kerja sama ini tentunya akan membantu partner reseller RateS untuk dapat menerima pesanan dari seluruh Indonesia. Sebagai partner reseller RateS, mereka memegang kendali penuh atas toko online mereka, dimana mereka dapat menentukan sendiri keuntungan dan melakukan negosiasi dengan pelanggan.

Proses pembayaran sangat mudah, karena RateS menerima berbagai macam jenis pembayaran, seperti melalui transfer bank, gerai Alfamart, cash on delivery, kartu kredit, e-wallet (DANA, OVO, LinkAja) dan lainnya. Saat ini, 70 persen pembayaran dilakukan dengan transfer melalui Bank.

Inovasi yang menguntungkan bagi industri lokal Model bisnis RateS diciptakan untuk dapat mendukung industri lokal dan UMKM yang ingin mengembangkan bisnisnya melalui platform online. 50 persen pilihan produk yang tersedia dalam katalog RateS merupakan produk lokal karya anak bangsa.

Melalui hal ini RateS berharap dapat membantu para pengusaha lokal dan UMKM untuk memperluas saluran distribusi mereka dan menjangkau pembeli yang lebih besar, sehingga dapat meningkatkan penjualan mereka.

Sebagai jembatan antara partner reseller dan para pemasok, RateS bertanggung jawab secara langsung untuk penyediaan produk sekaligus pengelolaan inventaris dan logistik. Sementara partner reseller RateS dapat fokus pada penjualan dan pemasaran produk mereka.

Melalui skema ini, partner reseller RateS tidak membutuhkan SDM tambahan dalam menjalankan usahanya, sehingga dapat meminimalisir biaya operasional. Untuk dapat menciptakan platform yang terpercaya dan memiliki user experience yang baik, RateS selalu melakukan seleksi produk secara cermat, sentralisasi dalam pemilihan produk, dan penerapan manajemen supply chain yang baik. Saat ini, RateS memiliki lebih dari 1.000 produk berkualitas dengan berbagai macam pilihan seperti produk rumah tangga, tas, dan produk serta aksesoris kebutuhan bayi.

“Kami berharap RateS dapat menjadi sarana bagi para perempuan, khususnya ibu rumah tangga dan para pelajar agar dapat aktif berpartisipasi dalam sektor ekonomi. Dengan aplikasi online, mereka tidak perlu meninggalkan tugas dan kewajiban mereka untuk menjadi wirausaha yang sukses dan meningkatkan status finansial mereka. Sementara itu kami juga berharap dapat meningkatkan produk-produk lokal Indonesia agar dapat semakin berkembang dan dikenal,” tambah Goh.

Baca juga artikel terkait APLIKASI SOCIAL COMMERCE atau tulisan menarik lainnya Yandri Daniel Damaledo
(tirto.id - Marketing)

Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Agung DH

DarkLight