Menuju konten utama

Rangkuman Materi Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Simak rangkuman materi dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia untuk mata pelajaran PPKN kelas 11 di bawah ini.

Rangkuman Materi Dinamika Peran Indonesia dalam Perdamaian Dunia
Ilustrasi Perdamaian Dunia. foto/istockphoto

tirto.id - Dinamika peran Indonesia dalam perdamaian dunia menjadi salah satu materi mata pelajaran PPKN yang dipelajari peserta didik kelas 11. Materi peran Indonesia dalam perdamaian dunia dibagi dalam empat pembahasan.

Pertama, peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui hubungan internasional. Bagian pertama tersebut akan membahas makna dan pentingnya hubungan internasional, politik luar negeri Indonesia, hingga sarana hubungan internasional.

Kedua, peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia melalui organisasi internasional. Bagian kedua ini membahas peranan Indonesia di PBB, ASEAN, dan gerakan Non Blok.

Ketiga, perjanjian internasional. Bagian ketiga akan membahas definisi, istilah-istilah, tahapan, dan manfaat perjanjian internasional.

Keempat, perwakilan diplomatik. Bagian keempat membahas tentang korps perwakilan diplomatik dan konsuler serta fungsi perwakilan diplomatik dan hak.

Pengertian Hubungan Internasional

Dalam alinea keempat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, disebutkan bahwa salah satu tujuan nasional Indonesia adalah menciptakan perdamaian dunia. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki kewajiban untuk berada di barisan terdepan dalam menciptakan perdamaian dunia.

Dalam mewujudkan perdamaian dunia, salah satu jalan yang dapat ditempuh Indonesia adalah melalui jalur hubungan internasional. Hubungan internasional dapat diartikan hubungan yang bersifat global dan melampaui batas-batas ketatanegaraan.

Hubungan internasional dapat dijalin dengan negara lain apabila suatu negara telah diakui kemerdekaan dan kedaulatannya secara de facto dan de jure oleh negara lain. Hubungan internasional perlu dilakukan karena dua faktor.

Pertama, faktor internal berupa kekhawatiran terancamnya kelangsungan hidup dari negara lain melalui kudeta atau intervensi. Kedua, faktor internal, yang menyatakan bahwa suatu negara tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan negara lain baik dari masalah-masalah ekonomi, politik, hukum, sosial budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

Pentingnya Hubungan Internasional bagi Indonesia

Hubungan internasional yang dibangun bangsa Indonesia dapat dilihat melalui kebijakan luar Indonesia yang berprinsip bebas aktif. Hubungan internasional Indonesia ditujukan guna meningkatkan persahabatan dan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral dalam berbagai forum sesuai kepentingan dan kemampuan nasional.

Bagi Indonesia, hubungan internasional penting untuk dilakukan karena membuat beberapa tujuan, antara lain sebagai berikut:

  • Untuk membentuk negara Republik Indonesia berbentuk kesatuan dan kebangsaan yang demokratis
  • Untuk membentuk masyarakat yang adil dan makmur secara material maupun spiritual
  • Untuk membentuk persahabatan yang baik dengan semua negara di dunia, kemudian dasar kerja sama yang dibawa adalah dunia baru yang bersih dari imperialisme dan kolonialisme
  • Untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga keselamatan negara.
  • Untuk memperoleh barang-barang yang diperlukan dari luar untuk memperbesar kemakmuran rakyat
  • Untuk meningkatkan perdamaian internasional
  • Untuk meningkatkan persaudaraan segala bangsa sebagai pelaksanaan cita-cita Indonesia.

Peran Indonesia dalam Menciptakan Perdamaian Dunia melalui Organisasi Internasional

Untuk mewujudkan perdamaian dunia, salah satu upaya Indonesia adalah melalui jalan organisasi internasional. Berikut ini peran Indonesia dalam organisasi internasional guna menciptakan perdamaian dunia:

1. Perserikatan Banga-Bangsa (PBB)

Indonesia masuk sebagai anggota PBB pada 28 September 1950. Namun, Indonesia sempat keluar dari organisasi tersebut pada 20 Januari 1965 sebagai bentuk protes diterimanya Malaysia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Setahun berlalu, pada 28 September 1966, Indonesia kembali masuk ke dalam keanggotaan PBB. PBB merupakan organisasi dengan tujuan utama menjaga perdamaian dunia, memajukan dan mendorong hubungan persaudaraan antara bangsa, membina kerja sama internasional, hingga menyediakan bantuan kemanusiaan.

Selama menjadi anggota PBB, Indonesia pernah berperan dalam misi perdamaian dengan mengirim Pasukan Garuda ke negara-negara yang dilanda konflik seperti Kongo, Vietnam, Kamboja, sampai Bosnia. Pada 2007, Indonesia juga sempat ditetapkan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

2. Association of South East Asian Nation (ASEAN)

Indonesia merupakan salah satu negara pendiri ASEAN, organisasi kerja sama di kawasan Asia Tenggara. Sejak dibentuk hingga kini, Indonesia telah banyak berperan dalam ASEAN, antara lain:

  • Menyelenggarakan KTT ASEAN pertama di Bali pada 24 Februari 1976.
  • Pertemuan informal pemimpin ASEAN pertama di Jakarta pada 30 November 1996 untuk menindaklanjuti hasil KTT kelima ASEAN.
  • Menyelenggarakan KTT kesembilan di Bali pada 7 Oktober 2003.
3. Gerakan Non Blok (GNB)

Indonesia menjadi salah satu negara pendiri Gerakan Non Blok, yakni organisasi internasional berisikan negara-negara yang tidak memihak Blok Barat atau Blok Timur sewaktu perang dingin. GNB didirikan pada 1 September 1961 dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) I GNB di Beograd, Yugoslavia.

Peran mencolok Indonesia dalam Gerakan Non Blok adalah menjadi pelopor gerakan tersebut dan bertindak sebagai tuan rumah pertemuan KAA 1955 di Bandung. Indonesia juga pernah memimpin GNB selama tiga tahun mulai 1992.

Baca juga artikel terkait RANGKUMAN MATERI atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Ahmad Yasin & Yulaika Ramadhani