Menuju konten utama

Ramai Gmail Akan Ditutup Google 1 Agustus 2024, Apakah Benar?

Ramai di media sosial kabar bahwa Google akan menutup layanan Gmail pada 1 Agustus 2024, apakah benar? Berikut faktanya.

Ramai Gmail Akan Ditutup Google 1 Agustus 2024, Apakah Benar?
Ilustrasi Gmail. foto/istockphoto

tirto.id - Beredar kabar bahwa Google akan menutup layanan Gmail per 1 Agustus 2024. Kabar Gmail akan ditutup Google mengejutkan publik sehingga ramai dibicarakan di media sosial.

Penutupan Gmail banyak membuat warganet khawatir data pengguna yang terhubung dengan Gmail akan hilang. Banyak pula yang mempertanyakan kenapa Gmail dihapus tanpa alasan yang jelas.

Sebaliknya, banyak juga warganet meragukan informasi tentang Gmail dinonaktifkan secara permanen. Sejumlah netizen menyebut bahwa Google tidak mungkin melakukan penutupan secara mendadak.

Terlebih, Gmail merupakan penyedia layanan e-mail yang paling populer. Hal ini membuat banyak warganet yang percaya bahwa Google hapus Gmail pada Agustus 2024 mendatang sebagai hoaks. Lantas, apakah benar Gmail akan ditutup Google?

Apakah Benar Gmail akan Ditutup Google?

Klaim tentang penutupan Gmail oleh Google adalah informasi palsu atau hoaks. Melalui akun X resminya, Gmai telah memberikan klarifikasi bahwa layanan e-mail tersebut akan tetap ada dan tidak akan ditutup.

Gmail is here to stay, (Gmail akan tetap ada)” tulisnya pada akun media sosial X (Twitter) @gmail pada Selasa (23/02/2024).

Kabar mengenai penutupan akun Gmail muncul lewat sebuah pesan berlabel Google yang memuat narasi "Google is sunsetting Gmail in 2024". E-mail tersebut menyebut bahwa Gmail akan dinonaktifkan Google per 1 Agustus 2024.

Belakangan, diketahui bahwa dokumen e-mail yang beredar tersebut adalah palsu alias hoaks. E-mail itu adalah modifikasi dari pernyataan Google mengenai pembaruan tampilan HTML dasar dalam pesan Gmail.

Dikutip dari situs Wion News, tampilan dasar Gmail telah diubah menjadi tampilan baru yang yang lebih berwarna pada Januari 2024. Pemberitahuan itu juga menjelaskan bahwa tampilan Gmail Basic HTML adalah versi sebelumnya yang digantikan oleh versi modern lebih dari 10 tahun yang lalu.

Hal ini menegaskan bahwa perubahan tersebut bukanlah tentang penutupan layanan, melainkan tentang pembaruan tampilan dasar menjadi lebih modern dan berwarna.

Tampilan dasar HTML Gmail merujuk pada versi Gmail yang sangat sederhana. Ini tidak mencakup beberapa fitur utama Gmail, seperti chat, pemeriksa ejaan, dan pintasan keyboard.

Fitur dasar HTML Gmail adalah alternatif untuk pengguna yang membutuhkan kecepatan akses yang lebih cepat dan penggunaan data yang lebih rendah. Selain itu, tampilan dasar HTML Gmail ini digunakan oleh perangkat lawas.

Pengguna yang masih menggunakan versi Gmail dengan tampilan HTML basic, yang sudah tidak lagi didukung oleh Google, perlu segera memperbarui ke versi terbaru. Jika masih menggunakan versi lama, pengguna berpotensi bakal kehilangan akses ke kotak masuk, kotak keluar, spam, sampah, dan fungsi lainnya.

Bagi pengguna yang telah menggunakan versi terbaru akun Google, dipastikan data mereka tetap aman dan tidak akan terpengaruh oleh perubahan ini.

Di sisi lain, menurut Forbes, produk Google yang bakal ditutup mulai 4 Juni 2024 untuk beberapa pengguna adalah layanan Google Pay. Hal tersebut dituturkan oleh manajer produk Google Pay, Joris van Mens.

Penutupan Google Pay hanya akan berdampak bagi pengguna yang berbasis di Amerika Serikat. Google Pay memiliki pengguna di 180 negara dan aplikasinya sendiri telah diunduh lebih dari satu miliar kali.

Aplikasi Google Pay hanya tersedia di AS, India, dan Singapura.Dengan demikian, pengumuman tersebut mengonfirmasi bahwa pengguna aplikasi Google Pay di India dan Singapura akan tetap dapat melakukannya.

Baca juga artikel terkait GMAIL atau tulisan lainnya dari Umi Zuhriyah

tirto.id - Teknologi
Kontributor: Umi Zuhriyah
Penulis: Umi Zuhriyah
Editor: Iswara N Raditya & Yonada Nancy