Indeks Sastra

Menelusuri Sejarah Panjang Fiksi Detektif di Indonesia
Bermula dari maraknya penerjemahan sastra Eropa ke dalam bahasa Melayu pada awal abad ke-20, fiksi detektif mulai hadir bagi pembaca Indonesia.

Menulis Fiksi Detektif, Menciptakan Sherlock Holmes Hindia Belanda
Sherlock Holmes menyapa pembaca Indonesia sejak awal abad ke-20. Menginspirasi penulis Sino-Melayu dan bumiputra menciptakan kisah detektif mereka sendiri.

Siapa Bilang Ilmu Sosial dan Budaya Tak Penting?
Sudah usang: anggapan bahwa humanis seperti seniman dan sastrawan adalah calon pengangguran

Skandal Nobel Sastra: Pelecehan Seksual & Minim Pemenang Perempuan
Publik kebudayaan digemparkan oleh terkuaknya kasus pelecehan seksual yang dilakukan orang dekat Akademi Swedia, penyelenggara Hadiah Nobel Sastra.

Sutan Takdir: Sastra Indonesia Baru -Tirto Mozaik
Gerak pujangga.
Mempersatukan bangsa
lewat bahasa.
Mempersatukan bangsa
lewat bahasa.

Debu Pengotor: Puisi dan Politik Taufiq Ismail
Penerbitan buku puisi Taufiq Ismail ke bahasa Belanda didanai perusahaan dan lembaga yang berkaitan dengan parpol tertentu.

Ahmadun Yosi Herfanda di Antara Puisi dan Sastra Islam
Lewat puisi, Ahmadun Yosi Herfanda hendak mengungkapkan gagasannya mengenai relasi antara manusia dengan Tuhan.

Sastra Sufi Abdul Hadi W.M.: Kerinduan Laron kepada Cahaya
Bagi Abdul Hadi W.M., rentang waktu 1976-1982 adalah periode ketika para sastrawan Indonesia melakukan percobaan baru dalam berkarya dengan menggali tradisi sebagai sumber penciptaan.

Bukan Hanya Minke: Ensiklopedi Karakter Bumi Manusia
Selain Minke, Ontosoroh dan Annelies, setidaknya terdapat 22 karakter lain yang ditampilkan Pramoedya dalam Bumi Manusia.

Dunia Magis Gabriel Garcia Marquez - Mozaik Tirto
Tutur cerita.
Berkelindan antara
gaib dan nyata.
Berkelindan antara
gaib dan nyata.
Kitab Suci dan Nalar Fiksi: Menguji Pernyataan Rocky Gerung
Pernyataan Rocky Gerung bahwa kitab suci itu fiksi mengandung sejumlah masalah.

Cara Pujangga Jawa Mengkritik Praktik Beragama Islam
Wedhatama dan Gaṭolotjo merupakan dua karya sastra klasik yang banyak memuat kritik atas prilaku umat Islam di Jawa.

Politikus dan Puisi-Puisi Buruk yang Menjadi Populer
Sukmawati Sukarnoputri bukan politikus pertama yang berpuisi. Dari Gatot Nurmantyo, Fadli Zon sampai DN. Aidit pun pernah.

Forum Lingkar Pena: Kisah Dua Dekade Pabrik Penulis Cerita
Forum Lingkar Pena (FLP) berkembang dengan cepat ke berbagai penjuru Indonesia dan ada perwakilan di beberapa negara. FLP dianggap sebagai pabrik penulis cerita.

Sobron Aidit yang Berenang-renang ke Surga
Di hari tuanya, Sobron Aidit banyak menulis kuliner, pengalaman masa kecil, serta kegalauan ditinggal kawan-kawan lama.

Heboh Sastra Indonesia: Mengadili Imajinasi, Jassin Masuk Bui
Cerpen "Langit Makin Mendung" karangan Kipanjikusmin menghebohkan dunia sastra Indonesia tahun 1968

Gulma di Majalah Sabili dan Riuh Sastra yang Reda Begitu Saja
Majalah Islam Sabili pernah memuat cerpen "Pulang" yang hampir di sekujurnya sama dengan bagian 7 roman Bukan Pasar Malam karya Pramoedya Ananta Toer.

Cerpen yang Memicu Perdebatan Lama tentang Trotskyisme
Menurut Tatiana Lukman, Martin Aleida tidak jujur soal Revolusi Kebudayaan di Tiongkok dalam cerpen "Melarung Bro di Nantalu"

Hari Perempuan Internasional dalam Ilustrasi Kaveri Gopalakrishnan
On the Roof, karya Kaveri Gopalakrishnan masuk di Google Doodle hari ini dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional

Gabriel Garcia Marquez Diganjar Nobel Sastra Berkat Realisme Magis
Marquez adalah penulis Amerika Latin paling terkenal atas kiprahnya mengenalkan realisme magis di ranah kesusastraan
Masuk tirto.id








