Indeks Current Issue

Fernandinho adalah Wujud Dominasi Manchester City atas Arsenal
City memakai dua formasi saat melawan Arsenal. Saat bertahan pakai formasi 4-3-3, dan saat menyerang jadi 3-4-3. Kuncinya ada di Fernandinho

Masyarakat Adat & Difabel: Perjuangkan Hak, Kursi DPR Perlu Diraih
Kecewa hak-haknya tak terpenuhi, masyarakat adat berkontestasi dalam Pileg 2019.

Mbah Moen Sebut Prabowo atau Jokowi, Signifikankah Dukungan Ulama?
Pada pilpres 2014, Prabowo-Hatta didukung Mbah Moen dan Habib Luthfi, tetapi mereka kalah di Jateng.

Di Balik Korupsi Triliunan di Kotawaringin Timur
Potensi kerugiannya bisa mencapai Rp5,8 triliun & USD 711 ribu. Pendapatan masyarakatnya pun timpang.

Janji Sandiaga Soal Revisi UU ITE Hanya "Gimik" Jelang Pilpres?
Direktur Populi Center Usep Achyar menilai janji Sandiaga Uno untuk merevisi UU ITE tak lepas dari kepentingan politik.

Saat Kiai Maimun Zubair Doakan Jokowi, tapi Sebut Nama Prabowo
Video Mbah Maimun Zubair yang salah sebut nama Joko Widodo menjadi Prabowo Subianto sempat viral di media sosial.

Satgas Polri Bekerja, Kok PSSI Tarik Polisi Aktif ke Komite Adhoc?
Langkah PSSI memasukkan satu polisi aktif dan dua orang Kejaksaan Agung dalam Komite Adhoc Integritas menunjukkan sikap 'salah tingkah' lantaran tak dapat kepercayaan publik.
Maju Mundur Imbauan Menpora Soal Nyanyi Indonesia Raya di Bioskop
Surat Edaran Menpora Imam Nahrawi agar sejumlah bioskop memutar dan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dikaji ulang setelah menuai kritik.

TNI 'Masuk' Kementerian: Picu Konflik Kepentingan dan Bikin Ruwet
Setidaknya ada dua masalah yang muncul jika TNI 'masuk' kementerian/lembaga: Pertama, mengkhianati amanat reformasi; kedua bisa memicu konflik dengan PNS yang membangun karier dari nol.

Denis Suarez ke Arsenal: Tak Jawab Masalah, tapi Juga Tidak Sia-Sia
Keberadaan Denis Suarez sebetulnya tak mendesak jika melihat masalah utama Arsenal. Namun, bukan berarti langkah itu sisa-sia.

Efektivitas Pengumuman Caleg Koruptor Terhalang Sikap Permisif
Mengumumkan nama caleg eks koruptor itu agar masyarakat lebih selektif memilih wakilnya kelak. Tapi itu terganjal dengan kebiasaan permisif dan masa bodoh.

Gratifikasi Seks Kerap Terjadi, Kenapa KPK Sulit Membuktikan?
Gratifikasi seks sering terjadi dan menjadi modus lama, tapi kenapa KPK sulit membuktikannya?
Tidak Ada Alasan Kejaksaan Tangguhkan Eksekusi Buni Yani
Jubir MA menegaskan Buni Yani dapat dieksekusi meski putusan kasasi tak membahas soal perintah penahanan.

Benarkah PNS Digaji Pemerintah Seperti Kata Rudiantara?
"Mengatakan PNS digaji pemerintah tidak benar karena itu sama saja menyamakan antara pemerintah dan negara." (Peneliti kebijakan publik dari Universitas Indonesia Defny Holidin)
Dalil Kenapa RUU PKS Tak Cantumkan Pasal Perzinaan dan Aborsi
RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) jadi kontroversi. Dua di antaranya karena RUU ini tidak mencantumkan pasal soal perzinahan dan aborsi. Mengapa?

Cibiran & Stigma Jadi Alasan Masyarakat Permisif Sikapi Bunuh Diri
Belum ada penelitian khusus mengenai potensi bunuh diri seseorang dari aktivitasnya di media sosial di Indonesia.

Fellaini adalah Simbol Betapa Tak Menarik Manchester United
Fellaini pernah jadi andalan Moyes, van Gaal, hingga Mourinho. Hasilnya: MU paceklik prestasi.

Beto-Jaime ke Persija: Rupanya PSSI yang Tawarkan Peminjaman Pemain
PSSI berperan dalam peminjaman Beto dan Jaime. Ide ini berpotensi melanggar aturan FIFA dan terkesan sebatas permintaan maaf PSSI ke Persija
RUU Permusikan: Cerminan Cara Pikir Legislator yang Doyan Bui Orang
Anggara menilai logika berpikir legislator yang menyusun regulasi keliru, karena jika ada UU, harus ada larangan dan sanksi.

Sejarah Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) 1926-2019
Sejarah Nahdlatul Ulama (NU) bermula dari keinginan para ulama untuk mengawal terjaganya Islam Nusantara.
Masuk tirto.id








