tirto.id - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, mengungkapkan pemerintah tengah menyusun rencana revitalisasi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang melanda kawasan tersebut. Salah satu poin revitalisasi itu adalah pembangunan instalasi pemadam kebakaran untuk mencegah bencana serupa terulang.
Hal itu disampaikan Fadli Zon kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (28/8/2026), usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menerima tamu kehormatan Presiden Timor Leste sekaligus penerima Hadiah Nobel Perdamaian, Jose Ramos-Horta.
"Ya arahannya kita akan pulihkan kembali, kita akan revitalisasi. Ini sedang dirancang, saya juga bicara dengan Gubernur, ada 75 kalau tidak salah bangunan adat, ada kios-kios juga, ada masjid, sedang disusun perencanaannya dan memang harus segera kita bangun kembali revitalisasi dari Desa Adat Sade ini," kata Fadli Zon, Jumat (28/8/2026).
Fadli mengakui kerentanan bangunan adat terhadap kebakaran menjadi tantangan tersendiri, terutama di tengah musim kemarau panjang akibat El Nino. Material bangunan yang didominasi kayu, jerami, dan alang-alang membuat api mudah menjalar begitu muncul percikan atau korsleting listrik.
"Ini kita alami juga pernah di desa adat di NTT dan juga di berbagai tempat lain. Ini tantangan ke depan, saya kira mungkin harus dilengkapi dengan pemadam kebakaran, instalasi pemadam kebakaran, dan seterusnya," ujarnya.
Sebagai informasi, kebakaran hebat melanda Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam. Berdasarkan pendataan Kementerian Kebudayaan, sedikitnya 167 unit bangunan terdampak, mencakup 75 rumah adat, 69 art shop, delapan lumbung alang-alang, satu masjid, serta sejumlah fasilitas umum lain.
Pemkab Lombok Tengah memperkirakan kerugian mencapai Rp34 miliar, dengan sekitar 320 warga atau 120 kepala keluarga terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Fadli juga membuka peluang kerja sama lintas kementerian untuk mendukung standar Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) di kawasan tersebut, mengingat Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya andalan di Lombok.
"Tentu, tentu, karena kan pada ujungnya di hilirnya yang kita harapkan ini menjadi semacam destinasi wisata, wisata budaya. Dan wisata budaya ini sekarang sedang tren, bahkan bisa mengimbangi wisata alam," katanya.
Ia menambahkan, kunjungan wisatawan domestik maupun internasional untuk wisata budaya terus meningkat, sehingga pemulihan Desa Adat Sade dinilai mendesak untuk dilakukan secara menyeluruh.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































