Tirto & NU Online

Puasa Tak Cuma buat Tubuh, tapi Juga Roh dan Akal

Oleh: Ivan Aulia Ahsan - 5 Mei 2019
Salah satu hakikat puasa adalah menahan diri dari sesuatu yang diharamkan. Dengan begitu, roh, jiwa, dan akal kita juga turut "berpuasa".
tirto.id - Bagi mereka yang menjalankannya, puasa bisa dimaknai dalam dua dimensi. Pertama, sebagai wujud menjalankan syariat Allah. Kedua, puasa sebagai pendidikan bagi diri kita sendiri.

Mengerjakan syarat dan rukun puasa membuatnya sah dan bernilai ibadah. Sementara mengambil hikmah dari menahan hawa nafsu selama berpuasa adalah pelajaran berharga bagi kita.

Seturut makna literalnya, puasa (shaum) berarti "menahan". Kata lain dalam bahasa Arab yang bermakna "menahan" atau "mencegah" adalah al-man‘ (mencegah). Ada sebagian pula yang menyebutkan al-imsâk.

Dengan pengertian tersebut, puasa memang bisa dilakukan dengan menahan diri dari makanan dan minuman. Tapi yang lebih penting dari itu adalah menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan.

Inilah yang bisa manusia dapat ketika menempatkan puasa sebagai sarana pendidikan rohani dan akal.

Penjelasan lebih lanjut soal makna spiritual puasa bisa dibaca dalam artikel berikut ini.




Baca juga artikel terkait RAMADAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Ivan Aulia Ahsan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Ivan Aulia Ahsan
Editor: Zen RS
DarkLight