Menuju konten utama

PT MRT Jakarta Buka Peluang Perpanjang Rute Hingga Tangsel

“Agar MRT bisa masuk sampai ke Tangerang Selatan, RTRW harus disetujui," ucap Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar.

PT MRT Jakarta Buka Peluang Perpanjang Rute Hingga Tangsel
Ilustrasi Rangkaian kereta mass rapid transit (MRT) Jakarta fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia berada di Depo Lebak Bulus, Jakarta. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

tirto.id - PT MRT Jakarta membuka kemungkinan untuk membangun proyek MRT hingga ke Tangerang Selatan (Tangsel). PT MRT Jakarta saat ini sedang berkoordinasi dengan Wali Kota Tangerang Selatan guna membahas Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di wilayah tersebut.

“Agar MRT bisa masuk sampai ke Tangerang Selatan, RTRW harus disetujui. Kalau RTRW ada, maka itu bisa menjadi justifikasi formal terhadap proyek MRT ke Tangerang Selatan,” ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (27/9/2018).

Tak hanya membahas RTRW Kota, PT MRT Jakarta juga harus mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (RITJ).

William mengatakan bahwa dalam Perpres itu memang disebutkan ihwal perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus, Jakarta Selatan ke kawasan Ciputat dan Pondok Cabe. Akan tetapi, realisasinya nanti harus menunggu tahap sinkronasi antara RTRW yang masih dikaji dengan RITJ.

“Lagipula kami belum mendapatkan penugasan untuk itu. Memang ada ide untuk membangun MRT [sampai ke Tangerang Selatan], tapi skemanya seperti apa, itu belum ada,” ucap William.

Lebih lanjut, William menyebutkan setidaknya ada tiga tahapan yang harus dilalui guna mengkaji pembangunan proyek.

Ketiga tahapan itu adalah studi pendahuluan, studi fisibilitas, dan desain teknis, di mana di dalamnya mencakup kejelasan pendanaan. Untuk rencana membangun trayek ke Tangerang Selatan sendiri, William mengatakan bahwa pengkajian masih sampai tahap studi pendahuluan.

“Skema pembangunannya bisa KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha), public private partnership, atau sepenuhnya dari pemerintah. Namun skema yang biasanya ditawarkan adalah KPBU. Kami pun siap jika ditunjuk,” jelas William.

Rencana pembangunan trayek MRT sampai ke Tangerang Selatan ini sebelumnya telah dimunculkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro. Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan bisa meneruskan proyek itu mengingat warga di sana juga relatif membutuhkan MRT.

“Saya harap pemerintah kota berani melanjutkan, potensi permintaannya dari Ciputat sampai ke Serpong Besar, dan itu menguntungkan semua pihak,” kata Bambang di Jakarta pada 29 Agustus 2018.

Baca juga artikel terkait PROYEK MRT atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Yantina Debora