PSI Minta Hentikan Fitnah Jokowi: Sia-sia & Tidak Berguna

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 2 Nov 2023 09:20 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Raja Juli mengingatkan kepada orang yang memfitnah Jokowi agar belajar dari sejarah. Memfitnah Jokowi adalah pekerjaan yang sia-sia dan tidak berguna.
tirto.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membela Presiden Joko Widodo atau Jokowi ihwal sejumlah dugaan fitnah yang dilayangkan kepada orang nomor satu di Indonesia itu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PSI cum Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni mengatakan Jokowi belakangan ini diserang serangkaian fitnah secara bertubi-tubi.

Menurut Raja Juli, jurus fitnah yang membabi buta adalah cara-cara lama yang dilakukan lawan politiknya untuk mendelegitimasi dan mendemoralisasi Presiden Jokowi.

"Dulu Pak Jokowi difitnah PKI, sekarang difitnah memobilisasi dukungan presiden tiga periode," kata Raja Juli dalam keterangannya, Kamis (2/11/2023).

Raja Juli juga menyinggung kartu truf yang disinggung Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

"Dulu Pak Jokowi difitnah ijazahnya palsu sekang difitnah mengendalikan ketum parpol karena pegang kartu truf mereka. Dulu difitnah anti-islam sekarang difitnah punya hubungan toxic dengan para kerabatnya," ucap Raja Juli.

Raja Juli mengingatkan kepada orang yang memfitnah Jokowi agar belajar dari sejarah. "Memfitnah Jokowi adalah pekerjaan yang sia-sia dan tidak berguna," kata orang nomor dua di BPN tersebut.

Pasalnya, kata dia, fitnah tidak akan menghentikan cinta rakyat kepada Presiden Jokowi, bahkan menambah solidaritas rakyat untuk mencintai mantan Wali Kota Solo itu.

Di sisi lain, Raja mengatakan fitnah juga tidak akan menghentikan Jokowi terus berbuat yang terbaik untuk rakyat di seluruh pelosok negeri.

"Sekadar mengingatkan, berhentilah mengerjakan sesuatu yang tidak ada maknanya. Para pemfitnah, mulai kampanye positif, promosikan kandidat capres yang kalian dukung," tutup Raja Juli Antoni.

Hasto sebelumnya mengatakan pencalonan Gibran sebagai cawapres Prabowo merupakan pembangkangan politik, konstitusi, dan rakyat Indonesia. Menurutnya, hal itu dilakukan dengan merekayasa hukum di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya sendiri menerima pengakuan dari beberapa ketua umum partai politik yang merasa kartu truf-nya dipegang. Ada yang mengatakan life time saya hanya harian; lalu ada yang mengatakan kerasnya tekanan kekuasaan," kata Hasto.

Hasto berharap agar awan gelap demokrasi ini segera berlalu.

"Dan rakyat Indonesia sudah paham, siapa meninggalkan siapa demi ambisi kekuasaan itu," tutur Hasto.


Baca juga artikel terkait RAJA JULI ANTONI atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama
(tirto.id - Politik)

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Reja Hidayat

DarkLight