PSI Kritik Kadishut DKI Tak Tahu Bahan Instalasi Batu Bundaran HI

Oleh: Haris Prabowo - 25 Agustus 2019
Dibaca Normal 1 menit
Bahan instalasi batu di Bundaran HI diduga merupakan batu karang sehingga dikritik oleh para pemerhati lingkungan.
tirto.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta PSI Terpilih, Idris Ahmad, mengkritik Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati yang tak mengetahui bahan dasar instalasi gabion di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, adalah batu karang.

Padahal menurutnya dalam proses eksekusi pemasangan instalasi tersebut Suzi sebagai kepala dinas harus mengetahui detail proyek tersebut.

"Menurut kami yang menjadi sangat aneh kenapa ada program pemerintah yang Kepala Dinas-nya sendiri enggak tahu bahannya seperti apa, padahal ini proses eksekusi yang sebagai Kepala Dinas harus tahu. Berarti ada kekhawatiran, ada masalah dalam proses rencana penganggarannya," ucap Idris di Hotel Novotel, Tamansari, Jakarta Barat, Minggu (25/8/2019) siang.

Idris mengaku khawatir jika Dinas Kehutanan mengeluarkan anggaran dengan mudah tanpa mengetahui manfaat, dan bahkan tak mengetahui urgensinya.

"Kalau teman-teman tahu di APBD.Jakarta.go.id itu kan ada rincian detail bahan baku yang akan dibeli atau diadakan. Nah, kembali lagi kami pertanyakan bagaimana proses penganggaran sehingga seorang Kepala Dinas tidak tahu rencana anggaran kegiatannya secara detail," katanya.

Idris menyebut bahwa secara visual bagus dan tidaknya instalasi tersebut tergantung cara pandang orang. Namun yang dipermasalahkan adalah anggaran tersebut diperuntukkan untuk instalasi yang bahkan Kepala Dinas-nya tak tahu berasal dari bahan apa.

Jika telah resmi dilantik, langkah yang dilakukan PSI adalah mengawasi penganggaran atau budgeting untuk membangun fasilitas yang lebih baik.

"Pertama kami akan menjalankan tugas dan fungsi dalam budgeting dengan baik, artinya mengawasi mengawal sampai rincian detail. Kedua adalah melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam proses menilai memberi masukan perencanaan anggaran dari awal," katanya.

Sebelumnya, Pemerhati isu lingkungan Riyanni Djangkaru mengatakan, bebatuan yang disusun menjadi instalasi gabion di kawasan Bundaran HI adalah batu karang.


Riyanni mengetahui bebatuan karang itu setelah mengeceknya langsung ke Bundaran HI.

"Pas saya dekati, kelihatan memang sebagian besar pola-pola skeleton karang itu terlihat cukup jelas. Kalau dilihat langsung, kita langsung ngeh," ujar Riyanni saat dihubungi, Sabtu (24/8/2019) lalu.

Riyanni juga menyampaikan kritikannya itu lewat akun Instagram-nya @r_djangkaru. Dia mempertanyakan penggunaan batu karang tersebut.

Sebab, konservasi terumbu karang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

"Saya jd bertanya-tanya, apakah perlu ketika sebuah instalasi dengan tema laut dianggap harus menggunakan bagian dari satwa dilindungi penuh ? Apakah penggunaan karang yang sudah mati ini dpt dianggap seakan “menyepelekan “ usaha konservasi yang sudah, sedang dan akan dilakukan? Darimana asal dari karang-karang mati dalam jumlah banyak tersebut? Ekspresi seni adalah persoalan selera, tp penggunaan bahan yang dilindungi Undang-undang sebagai bagian dari sebuah pesan,mohon maaf, menurut saya gegabah." tulis Riyanni melalui akun Instagram-nya.

Setelah itu, Riyanni mengaku dihubungi anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mantan presenter acara Jejak Petualang itu tepatnya dihubungi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yursak dan Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati.

Sore harinya, giliran Suzi yang menghubungi Riyanni. Menurut Riyanni, Suzi merasa senang menerima masukan dari dirinya. Sebab, Suzi dan jajarannya di Dinas Kehutanan tidak mengetahui jenis batu yang digunakan dalam instalasi gabion itu adalah batu karang.

"Beliau bilang gini, dia tidak tahu bahwa yang dia taruh itu adalah batu karang. Yang dia tahu, ketika proyek itu disetujui, pembangun proyek itu memesan batu tersebut dari toko batu dan itu yang dikirim oleh toko batunya," kata Riyanni.


Baca juga artikel terkait INSTALASI BATU atau tulisan menarik lainnya Haris Prabowo
(tirto.id - Politik)

Reporter: Haris Prabowo
Penulis: Haris Prabowo
Editor: Irwan Syambudi
DarkLight