Menuju konten utama

Prabowo Terima 9 Surat Kepercayaan dari Dubes Asing Hari Ini

Penerimaan ini merupakan penerimaan kedua setelah Prabowo menerima surat keperayaan dari delapan duta besar berkuasa penuh negara sahabat.

Prabowo Terima 9 Surat Kepercayaan dari Dubes Asing Hari Ini
Presiden Prabowo Subianto memimpin pembacaan sumpah jabatan saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). Presiden Prabowo Subianto melantik Said Iqbal menjadi Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh dan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindyana serta Agustina Arumsari dan Trenggono menjadi Wakil Kepala BGN menggantikan Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wsj.

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan kembali menerima surat kepercayaan atau letter of credentials dari para Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara sahabat untuk Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). Sebanyak sembilan dubes yang akan menyerahkan surat kepercayaan kepada Prabowo di Istana hari ini.

Hal ini disampaikan secara singkat oleh Wamenlu Anis Matta ketika tiba di kompleks Istana Kepresidenan.

"Iya (menerima surat kepercayaan), sembilan Dubes," kata Anis Matta kepada awak media.

Pantauan wartawan Tirto, Anis Matta tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 14.20 WIB. Sementara itu, dua Wamenlu lainnya, yakni Arrmanatha Christiawan Nasir dan Arif Havas Oegroseno, sudah tiba terlebih dulu.

Kendati begitu, Wamenlu Anis Matta tidak menyebutkan dari mana saja perwakilan Dubes Asing yang akan menyelenggarakan surat kredensial kepada Presiden Prabowo hari ini.

"Nanti lihat daftarnya," ujarnya singkat.

Kemarin, Senin (8/6/2026), Prabowo susah menerima surat kepercayaan atau letter of credentials dari delapan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) negara sahabat untuk Indonesia.

Kedelapan dubes itu berasal dari negara Korea Selatan (Korsel), Palestina, Ceko, Filipina, Yunani, Sri Lanka, Lebanon, dan Saint Lucia.

Para duta besar menyampaikan komitmen memperkuat hubungan bilateral serta memperluas kerja sama dengan Indonesia di sejumlah bidang.

Duta Besar LBBP Sri Lanka untuk Indonesia Sumadhurika Sashikala Premawardhane menilai kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan merupakan dua aspek penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Ia berharap dapat semakin mempererat hubungan Indonesia dan Sri Lanka selama masa penugasannya di Indonesia.

"Kami memiliki sejarah panjang hubungan bilateral dan sejarah panjang persahabatan, dan saya berharap untuk memperkuat hubungan tersebut di sini, di Indonesia," kata Sumadhurika dikutip keterangan Biro Sekretariat Presiden.

Sementara itu, Duta Besar LBBP Filipina Christopher Baltazar Montero menegaskan harapannya agar hubungan Indonesia dan Filipina sebagai dua negara kepulauan besar dapat terus ditingkatkan.

Ia mengungkapkan salah satu prioritas yang akan diusung dalam penugasannya adalah penguatan kerja sama maritim.

"Saya berharap bahwa kita akan dapat mengejar kerja sama maritim yang lebih dalam, terutama karena ini juga merupakan salah satu prioritas kepemimpinan Filipina di ASEAN tahun ini," tuturnya.

Sebelumnya, rencana penyerahan surat kepercayaan Dubes negara sahabat sempat disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi. Prasetyo mengatakan jadwal tersebut sebetulnya sudah lama direncanakan dan terealisasi awal pekan ini.

Hal ini sekaligus menjawab sorotan publik atas informasi di media sosial soal tertundanya penyerahan surat kepercayaan Duta Besar negara tetangga kepada Presiden RI selama berbulan-bulan.

"Baru berikutnya adalah penerimaan kredensial delapan duta besar negara sahabat yang memang sebenarnya sudah direncanakan ini kan masalah waktu ya. Yang kemudian untuk efisiensi, untuk keserentakan maka acara tersebut dilaksanakan pada hari ini," kata Pras di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6).

Baca juga artikel terkait DUTA BESAR atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher