Menuju konten utama

PPKM Darurat Baru Efektif Turunkan Kasus COVID di Pekan Ke-3

Penurunan kasus COVID-19 baru akan terasa pada pekan ketiga saat pelaksanaan PPKM Darurat.

PPKM Darurat Baru Efektif Turunkan Kasus COVID di Pekan Ke-3
Personel kepolisian Satlantas Polres Demak melaksanakan operasi penyekatan PPKM Darurat di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (6/7/2021). ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras.

tirto.id - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan COVD-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan Pemberlakuan Pemberantasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa-Bali tidak akan langsung terlihat efeknya dalam waktu dekat. Menurutnya efeknya baru akan terlihat paling cepat tiga pekan ke depan.

"Ketika intervensi [PPKM Darurat] itu dilakukan bukan berarti saat itu juga penurunan kasus [COVID-19] terjadi hari itu juga. Biasanya butuh waktu paling cepat tiga minggu," kata Dewi dalam diskusi secara virtual melalui kanal YouTube BNPB, Rabu (14/7/2021).

Perhitungan itu berdasarkan data saat pelaksanaan PPKM awal Januari 2021. Saat itu kata dia ketika pelaksanaan PPKM selama dua pekan belum terlihat efeknya. Kasus COVID-19 malah mencapai puncak dan baru menurun pada pekan ketiga.

"Jadi kita berharap bahwa intervensi yang dilakukan pengetatan mobilitas, pengetatan aktivitas akan dapat mengerem kenaikan kasus dan mungkin dampaknya baru kita rasakan 3 sampai 4 minggu setelah implementasi," ujarnya.

Dewi mengatakan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas sangat berpengaruh untuk menekan peningkatan kasus. Sebab penularan COVID-19 saat ini jauh lebih cepat setelah adanya varian delta.

Diketahui lonjakan kasus tiap hari mencapai puncaknya. Bahkan hari ini menjadi yang tertinggi dengan 54.517 kasus baru.

Pemerintah sudah memprediksi lonjakan kasus COVID-19 akan tembus hingga 40 ribu per hari.

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan pun tidak memungkiri angka kasus bisa lebih dari 40 ribu dan pemerintah tengah memitigasi masalah tersebut.

Hal tersebut disampaikan Luhut usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi dan jajaran tentang penanganan COVID, Selasa (6/7/2021).

"Sekarang kami sudah buat skenario gimana kalau kasusnya 40.000. Jadi kita sudah hitung worst case scenario lebih dari 40.000, bagaimana tadi suplai oksigen, bagaimana suplai obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung," kata Luhut.

Baca juga artikel terkait PPKM DARURAT atau tulisan lainnya dari Irwan Syambudi

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Bayu Septianto