Potret Pekerja Rumah Tangga Infal

Dua calon PRT infal berdiri menunggu di depan pintu untuk mendaftarkan diri ke jasa penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). Jelang Lebaran, beberapa orang mencari tambahan penghasilan sebagai PRT infal atau pengganti pekerja sementara yang mudik hingga musim lebaran usai. tirto.id/Andrey Gromico
Seorang calon Pekerja Rumah Tangga (PRT) pengganti atau infal mendaftar di Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Ruang kamar bagi calon pekerja rumah tangga di Rumah Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Gerbang depan Rumah Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Halimah (21 tahun), asal Majalaya ini pertama kali menjadi Pekerja Rumah Tangga infal melalui jasa agen Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito. Ia memanfaatkan momen lebaran untuk mendapatkan penghasilan tambahan yang bisa membantu biaya adiknya masuk sekolah. Setiap hari Halimah bekerja membantu orang tuanya berjualan sayur di pasar. Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Neneng (23 tahun), PRT infal asal Bandung yang mencari penghasilan tambahan lebaran lewat agen Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Firda (24 tahun) asal Majalengka yang mendaftar sebagai calon PRT infal untuk mendapatkan penghasilan tambahan di momen Hari Raya Lebaran. tirto.id/Andrey Gromico
Budiani (35 tahun), pekerja rumah tangga asal Ngawi yang mencari penghasilan tambahan lebaran lewat agen Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Nuraini, calon PRT infal dari Ngawi mengatakan, ia rela jauh dari keluarga saat lebaran agar bisa memperoleh penghasilan tambahan. Ia mengatakan bekerja sebagai buruh tani di kampung upahnya sangat kecil. Ini adalah kali kedua dirinya bekerja sebagai PRT infal lewat jasa penyalur pekerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). tirto.id/Andrey Gromico
Seorang Pekerja Rumah Tangga (PRT) melaksanakan salat di ruang depan di tempat Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). Hampir setiap datang lebaran, jasa penyalur PRT ramai dikunjungi para calon PRT infal untuk mendapatkan penghasilan tambahan. tirto.id/Andrey Gromico
Sejumlah Pekerja Rumah Tangga (PRT) saling bercengkrama ngobrol saat tidak ada kegiatan dengan berkumpul bersama di halaman belakang tempat Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, Jakarta, Selasa (20/6). Rumah Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito yang terletak di daerah Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan telah menjadi menjadi pilihan para PRT untuk mencari penghasilan tambahan Hari Raya Idul Fitri. tirto.id/Andrey Gromico
Jelang musim mudik lebaran, Rumah Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, ramai dikunjungi para calon pekerja rumah tangga (PRT) yang mencari Infal atau penghasilan tambahan.
8 Juni 2018
Jelang musim mudik lebaran, Rumah Penyalur Tenaga Kerja Bu Gito, ramai dikunjungi para calon pekerja rumah tangga (PRT) yang mencari Infal. Tugas mereka adalah menggantikan pekerja rumah tangga yang mudik selama libur lebaran. Tahun ini, RPTK Bu Gito yang terletak di Cipete Selatan, Jakarta Selatan telah menyalurkan 350 pekerja infal. Sebagian besar calon PRT infal berasal dari Jawa Barat namun juga ada yang berasal dari Ngawi, Banten, Pandeglang, dan Lampung.

Untuk upahnya sendiri, Yayasan RPTK Bu Gito memberikan gaji bersih senilai Rp. 150 ribu hingga Rp. 200 ribu per hari dan untuk paket bulanan para PRT menerima gaji senilai Rp. 3,5 juta. Selain itu, RPT Bu Gito tidak memungut biaya selama calon PRT menunggu di rumah penampungan. Dengan upah yang lumayan tersebut, beberapa calon PRT memanfaatkan momentum Hari Raya Lebaran untuk mengejar penghasilan tambahan meski jauh dari keluarga. tirto.id/Andrey Gromico
DarkLight