Populi Center: Survei Exit Poll Tak Bisa Jadi Patokan Hasil Pemilu

Oleh: Riyan Setiawan - 16 April 2019
Direktur Riset Populi Center Usep S Ahyar mengatakan hasil survei exit poll tidak bisa dijadikan patokan hasil pemilu yang ada di luar negeri.
tirto.id -
Direktur Riset Populi Center Usep S Ahyar mengatakan hasil survei exit poll tidak bisa dijadikan patokan pemilu yang ada di luar negeri. Exit poll, kata Usep, bisa dijadikan patokan jika perbedaan suara satu paslon dengan kandidat lainnya tidak jauh berbeda.

"Rata-rata kan kalau saya lihat di media sosial tidak terlalu tipis tuh di luar negeri, agak mutlak ya [perbedaan suaranya]. Mungkin itu bisa jadi indikator, tapi tidak bisa dijadikan patokan," ujarnya kepada Tirto, Selasa (16/4/2019).

Apalagi, kata Usep, perhitungan suara resmi baru dimulai pada hari pencoblosan, yakni 17 April besok. Sehingga hasil perhitungannya belum dimulai dan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kemudian, faktor lainnya tidak bisa dijadikan patokan karena metode yang digunakan juga hampir sama dengan lembaga survei lainnya, di mana peneliti mengajukan pertanyaan langsung kepada pemilih di luar negeri terkait pilihannya. Sehingga angka margin of error-nya pun cukup tinggi.

"Sehingga mereka [pemilih luar negeri] bisa saja menjawab bohong terkait pilihannya. Dan masih ada juga yang tidak menjawab," terangnya.

Namun, kata Usep, metode survei exit poll cukup efektif, bahkan lebih akurat dari hasil lembaga survei. Karena hasil survei exit poll tidak jauh berbeda dengan quick qount, apalagi jika undecided voters-nya tidak tinggi.

"Itu [survei exit poll] bisa hampir sama hasilnya [dengan quick qount]. Asal dilakukan dengan benar. Jadi itu bisa menggambarkan kenyataan [hasil perhitungan suara] juga," kata Usep.

Namun, Usep sekali lagi mengingatkan, survei exit poll tidak bisa dijadikan patokan. Pasalnya, hasil survei tersebut berdasarkan opini masyarakat.

"Tapi tidak jadi patokan, karena itu opini dia [pemilih luar negeri]," tuturnya.


Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Maya Saputri