tirto.id - Tim penyidik Polri menetapkan tiga tersangka lagi dalam kasus kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang terjadi pada 13 September 2026. Sehingga, sudah empat tersangka yang ditetapkan terkait dengan kasus kecelakaan laut tersebut.
Tiga tersangka baru tersebut adalah pihak perusahaan, yakni LBA selaku agen PT Virgo Karya Shipping, RH selaku Manager Operasional PT Virgo Karya Shipping, serta YR selaku General Manager Cabang Surabaya PT Virgo Karya Shipping.
Ketiganya mulai ditahan sejak 4 Oktober 2026 di Rutan Dit Tahti Polda Kalimantan Selatan.
"Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil penyidikan dan konstruksi perkara yang melihat adanya dugaan kelalaian, penyertaan, maupun pembantuan yang berkaitan dengan terjadinya kecelakaan kapal," ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).
Trunoyudo menegaskan, untuk satu tersangka yang merupakan nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY telah lebih dulu ditahan sejak 25 September 2026 hingga 14 Oktober 2026. Sedangkan, tiga tersangka dari pihak perusahaan ditahan pada 4 hingga 23 Oktober 2026.
Dalam perkara tersebut, penyidik menerapkan Pasal 302 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dan Pasal 474 ayat (3) KUHP, serta ketentuan penyertaan dan pembantuan dalam Pasal 20 dan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Jadi, penyidikan tidak hanya diarahkan kepada pihak yang secara langsung mengoperasikan kapal, tetapi juga mendalami keterlibatan pihak perusahaan apabila berdasarkan alat bukti terdapat dugaan penyertaan atau pembantuan dalam terjadinya kecelakaan," ucap Trunoyudo.
Sebagai informasi, Basarnas telah menghentikan operasi penyelaman pencarian korban KM Virgo Transport 8 pada hari ke-21, Sabtu (3/10/2026) malam. Fokus pencarian kini dialihkan ke permukaan laut dan wilayah pesisir, sementara pencarian di dalam kapal menunggu proses pengangkatan kapal.
Dari 243 orang dalam manifes, 188 orang telah dievakuasi. Sebanyak 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 orang masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengatakan operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan mengalihkan fokus operasi ke pencarian permukaan dan pencarian pesisir pantai.
“Fokus operasi dialihkan dan dioptimalkan melalui pencarian permukaan dan pencarian pesisir pantai,” kata Syafii dalam keterangan tertulis, Sabtu (3/10/2026).
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id

































