Penembakan Nduga

Polisi: Pola Hit & Run Kelompok Bersenjata untuk Kacaukan Keamanan

Oleh: Adi Briantika - 21 Maret 2019
Baku tembak antara anggota Brimob dan kelompok bersenjata di Bandara Mugi Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (20/3/2019), diduga untuk mengacaukan keamanan.
tirto.id - Polisi mengatakan baku tembak antara anggota Brimob dan kelompok bersenjata di Bandara Mugi Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (20/3/2019), diduga untuk mengacaukan keamanan.

“Serangan yang mereka lakukan berpola hit and run dalam rangka mengacaukan keamanan dan ketertiban masyarakat di Nduga juga menyasar aparat keamanan,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (21/3/2019).

Aparat keamanan, lanjut dia, menjadi target operasi karena mereka memburu kelompok bersenjata. “Padahal keberadaan aparat untuk menciptakan situasi yang aman sehingga masyarakat dapat berkegiatan dengan aman,” sambung Dedi.

Satu anggota Brimob Nemangkawi Tim Belukar meninggal akibat baku tembak dengan kelompok bersenjata sekitar pukul 07.30 WIT itu.

Bhayangkara Dua Muhammad Aldy yang terkena luka tembak di bahu kanan menjadi korban dalam insiden ini. Jenazah akan dikirimkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Insiden terjadi ketika pasukan Brimob Polda Papua mengamankan pendaratan helikopter yang memberikan suplai logistik. Lantas kelompok bersenjata menyerang mereka secara tiba-tiba, selain Aldy, tiga anggota Brimob lain terkena luka tembak.

Akibat gugur dalam tugas, Aldy mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa menjadi Bhayangkara Satu (Bharatu). Almarhum lulus pendidikan Tamtama pada tahun 2018, kemudian mendapat penugasan di Papua pada Februari lalu.

“Kami dari keluarga besar Polri ikut prihatin dan berduka mendalam terhadap gugurnya Bhayangkara terbaik Polri yang sedang melaksanakan tugas di Papua," kata Dedi.


Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Maya Saputri
DarkLight