STOP PRESS! Hasil Pembicaraan Menlu & Kedubes AS Soal Penolakan Jenderal Gatot

Pola Konsumsi Masyarakat Berubah ke Arah Rekreasi

Pola Konsumsi Masyarakat Berubah ke Arah Rekreasi
Wisatawan memadati kawasan wisata Batu Ratapan Angin di dataran tinggi Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (4/8). ANTARA FOTO/David Muharmansyah
Reporter: Nicholas Ryan
14 Agustus, 2017 dibaca normal 1 menit
Saat ini masyarakat mulai mementingkan rekreasi. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya konsumsi rekreasi.
tirto.id - Pola konsumsi masyarakat berubah dari konsumsi kebutuhan non leisure ke tahap mengisi kegiatan waktu luang atau (leisure activities). Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution dalam acara seminar nasional "Apakah Perekonomian Indonesia Melambat?" di Jakarta, Senin (14/8/2017).

Menurut Darmin, masyarakat sedang mengalami masa perubahan dalam tahap konsumsi ke arah rekreasi (jalan-jalan). Saat ini komoditas berupa rekreasi dan gaya hidup mulai dianggap lebih penting.  “Kita di masa kecil dan remaja, baju baru dianggap penting dan membanggakan, namun sekarang itu tidak demikian," kata Darmin seperti dilansir Antara.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini juga mengatakan hal ini berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika konsumsi masyarakat terhadap rekreasi dan gaya hidup belum naik seperti sekarang.

Lebih lanjut lagi, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik, Sri Soelistyowati, mengatakan perubahan pola konsumsi masyarakat ditunjukkan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi di level konsumsi untuk kegiatan waktu luang (leisure activities). 

Sri menuturkan jika pertumbuhan konsumsi secara tahunan (yoy) untuk komoditas leisure dan non-leisure cenderung berbanding terbalik.

Dalam penggolongan yang dilakukan BPS, restoran, hotel, tempat rekreasi dan kegiatan berkebudayaan termasuk dalam komoditas kegiatan waktu luang.

Menurut data BPS, saat ini memang masyarakat lebih cenderung meningkat pada sisi leisure. “Dari data BPS memang pertumbuhan lebih tinggi di sisi leisure. Jadi mungkin masyarakat tidak sering-sering ganti mobil, tapi lebih ke jalan-jalan," tutup Sri Soelistyowati.

Baca juga artikel terkait WISATA atau tulisan menarik lainnya Nicholas Ryan
(tirto.id - rya/agu)

Keyword