Pilot Mogok Kerja, Diduga Uang Transport Belum Dibayarkan

Reporter: - 10 Mei 2016
Dibaca Normal 1 menit
Tindakan mogok kerja pilot-pilot maskapai penerbangan Lion Air mengakibatkan dua penerbangan di Bandar Udara Adi Soemarno, Surakarta di Kabupaten Boyolali mengalami keterlambatan.
tirto.id -
Tindakan mogok kerja pilot-pilot maskapai penerbangan Lion Air mengakibatkan dua penerbangan di Bandar Udara Adi Soemarno, Surakarta di Kabupaten Boyolali mengalami keterlambatan. Diduga, mogok kerja terjadi karena uang transport yang belum dibayarkan.

Dua penerbangan yang terlambat adalah rute Solo-Balikpapan (JT-180) dan Solo-Jakarta (JT-537). Keterlambatan memaksa ratusan pemakai jasa penerbangan memadati ruang tunggu keberangakatan di Bandara Adi Soemarmo.

Aditya Yudha selaku Station Manager Lion Air Bandara Adi Soemarmo mengonfirmasi keterlambatan penerbangan rute Solo-Balikpapan dengan nomor penerbangan JT-180 tersebut dikarenakan permasalahan teknis operasional.

"Namun, hal ini, merupakan kewenangan pihak manajemen Maskapai Lion Air. Kami tidak berhak memberikan keterangan soal ini," kata Yudha.

Menurut Yudha, penerbangan JT-180 Solo tujuan Balikpapan seharusnya berangkat pada pukul 07.00 WIB, tetapi baru dapat diberangkatkan pada pukul 12.05 WIB, atau mengalami keterlambatan selama empat jam lebih.

"Penerbangan JT-180 Solo-Balikpapan membawa sebanyak 184 penumpang, sedangkan JT-537 Solo-Jakarta 200 penumpang berangkat pada pukul 12.15 WIB atau terlambat sekitar dua jam 30 menit dari jadwal," kata Yudha.

Sementara itu, Rini Sri Rahayu selaku Quality Management and Customer Service Section Head PT Angkasa Pura Adi Soemarmo, mengatakan keterlambatan jadwal penerbangan Lion Air akibat pilot-pilot mogok kerja itu tidak berdampak serius pada operasionalisasi Bandara Adi Soemarmo.

"Penumpang Lion Air menunggu di ruang tunggu keberangkatan dan semua tertampung dengan baik. Ratusan penumpang baru dapat diberangkatkan sekitar pukul 12.05 WIB."

Maskapai memberikan suguhan berupa makanan ringan pada calon penumpang yang harus menunggu. Suguhan dikeluarkan pada satu jam perdana. Selain itu, maskapai juga memberikan kompensasi uang sebesar Rp300.000 per pemakai jasa penerbangan pada keterlambatan hingga empat jam atau lebih.

Terkait alasan mogok kerja para pilot, Manajer Humas Lion Group Andy M Saladin membantah mogok kerja terjadi karena uang transport yang belum dibayarkan.

"Tidak ada mogok, operasional pun sudah mulai lancar," kata Andy.

Sedangkan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan peristiwa ini dilatarbelakangi karena kru pesawat sedang sakit dan beberapa mengalami permasalahan administrasi.

"Kami atas nama manajemen Lion Air mohon maaf atas ketidaknyamanan ini," katanya.

(ANT)

Baca juga artikel terkait PILOT atau tulisan menarik lainnya
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Editor: Putu Agung Nara Indra
DarkLight