Pilkada Depok Jalan Terus meski Kasus Tinggi & Zona Merah Corona

Oleh: Mohammad Bernie - 9 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Kota Depok merupakan salah satu zona merah penularan COVID di Jawa Barat.
tirto.id - Hari ini Pemilihan Kepala Daerah dilakukan serentak di 270 wilayah di Indonesia, salah satunya di Kota Depok.

Pemilihan antara pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia melawan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono digelar kala Depok berstatus risiko penularan tinggi alias zona merah.

Ada 9 indikator yang menentukan zonasi suatu wilayah. Mencakup penurunan kasus positif dan probable, penurunan kasus suspek, penurunan orang meninggal dalam status positif, penurunan orang yang meninggal dan status suspek, peurunan kasus suspek yang dirawat di RS, mortality rate per 100 ribu penduduk hingga kecepatan laju insidensi per 1000 penduduk.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna meminta masyarakat tidak takut ke TPS meski status zona merah.

"Kepada seluruh masyarakat Kota Depok datanglah ke TPS, tidak perlu ragu, tidak perlu takut karena KPU sudah akan menerapkan prokes yang ketat," kata Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna kepada Tirto pada Rabu (9/12/2020).

Nana mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan alat pelindung diri ke masing-masing tempat pemungutan suara (TPS) baik untuk petugas maupun untuk pemilih. Selain itu, para petugas pemilihan pun sudah diberi bimbingan teknis terkait penerapan protokol kesehatan.

KPU pun telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Depok soal pengadaan tempat sampah medis dan pengelolaannya. Nantinya, limbah APD akan dikelola oleh dinas kesehatan sehingga mengurangi risiko penularan.

"Itu semua adalah ikhtiar kita untuk mengantisipasi penularan covid-19," ujarnya.

Berdasarkan website pusat informasi dan koordinasi COVID-19 Jawa Barat, tercatat ada 129 kasus baru di Kota Depok pada 8 Desember kemarin sehingga kasus kumulatif mencapai 8.738.

Sejak Selasa kemarin pun dilaporkan tidak ada pasien yang sembuh sehingga jumlah kesembuhan stagnan di angka 6.658. Di sisi lain, kemarin pun tidak ada orang yang meninggal sehingga jumlah kematian 205 orang.

Jumlah kasus yang masih aktif dan menjalani perawatan mencapai 1.875.

Namun jumlah lebih besar ditunjukkan website pusat informasi dan koordinasi COVID-19 Kota Depok tercatat secara kumulatif ada 11.813 kasus Kota Salak itu. Sebanyak 299 meninggal dunia dan 9.146 sembuh sehingga 2.368 kasus aktif di Depok.

Kasus paling banyak terdapat di Kelurahan Tugu dengan 433 kasus, Kelurahan Bakti Jaya dengan 410 kasus, Kelurahan Abadijaya dengan 386 kasus, dan Kelurahan Sukamaju dengan 383 kasus.

Terkait zona merah, satuan tugas COVID-19 nasional telah mendata totalnya ada 24 daerah. Kendati demikian, pilkada tetap berlanjut. Satgas hanya mengimbau agar protokol kesehatan ditaati atau akan ada tindakan tegas.


Baca juga artikel terkait PILKADA 2020 atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Politik)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Zakki Amali
DarkLight