Pilih ART Infal atau Jasa Kebersihan Online?

Oleh: Dea Chadiza Syafina - 14 Juni 2018
Dibaca Normal 5 menit
Secara keseluruhan, geliat bisnis PRT infal ini terus susut selama empat tahun belakangan ini.
tirto.id - Selebaran bertuliskan PEMBANTU INFAL LEBARAN banyak tertempel di tiang listrik hingga tembok tak bercat pinggir jalan. Kartika, seorang pekerja swasta di Jakarta, memotret selebaran itu menggunakan kamera gawainya.

Bukan tanpa alasan ia memotret selebaran tersebut. Ibu dari tiga orang anak ini memang mengaku tengah mencari jasa bantuan pekerja rumah tangga (PRT) dan pengasuh anak pengganti selama libur lebaran ini.

“Baru pertama kali pakai jasa bantuan PRT, sebelumnya belum pernah. Karena baru pertama kali, mau ditinggal mudik gini jadi agak-agak panik,” cerita Kartika kepada Tirto.Tahun lalu dan sebelumnya, Kartika tak pernah menggunakan jasa PRT meski telah memiliki dua orang anak dan berstatus sebagai perempuan pekerja.

Di Indonesia, Lebaran identik dengan kegiatan pulang kampung atau mudik. Penduduk di Jakarta yang merupakan pendatang memanfaatkan libur dan cuti Idul Fitri untuk pulang ke kampung halaman masing-masing guna bersilaturahmi dengan orangtua, sanak keluarga, handai taulan, maupun kerabat.

Tanpa terkecuali para PRT. Akibatnya, keluarga-keluarga tempat mereka bekerja harus mengerjakan pekerjaan rumah yang biasa dilakukan PRT. Jika merasa tak sanggup mengerjakan seluruh pekerjaan rumah setiap harinya, keluarga-keluarga ini bisa mencari dan menggunakan jasa PRT pengganti atau yang biasa disebut infal yang marak ditawarkan menjelang libur Lebaran.

Tawaran dilakukan oleh para agen penyalur tenaga kerja sampai dengan tawaran sporadis melalui selebaran atau informasi melalui mulut ke mulut. Lantaran hanya bekerja dalam waktu singkat dan harus mengorbankan waktu liburan dan berkumpul bersama keluarga, bayaran para PRT infal ini pun lebih mahal ketimbang PRT permanen atau reguler.


Ada dua pilihan paket yang saat ini tersedia dan bisa digunakan oleh keluarga-keluarga yang ditinggal PRT mudik. Pertama, paket infal harian dan kedua paket infal satu bulan. Untuk jasa PRT paket infal harian, biaya yang harus dibayarkan per hari berkisar antara Rp150.000 sampai dengan Rp350.000.

Batas waktu minimum untuk paket harian ini adalah selama 10 hari sampai dengan dua pekan. Ini artinya, jika ingin menggunakan jasa PRT infal paket harian, setidaknya konsumen harus menyiapkan dana berkisar Rp1,5 juta sampai dengan Rp4,9 juta selama batas waktu minimum tersebut.

Sedangkan untuk tenaga kerja PRT infal paket satu bulan, rata-rata tarif yang ditawarkan sebesar Rp2,5 juta sampai dengan Rp5 juta. Tarif ini belum termasuk biaya administrasi yang harus dibayar konsumen kepada agen penyalur tenaga kerja. Jumlah biaya administrasi yang ditawarkan beragam mulai dari Rp750.000 sampai dengan lebih dari Rp1 juta.

“Tahun ini terjadi pergeseran tren. Kalau tahun-tahun sebelumnya permintaan PRT infal paket bulanan dan paket harian sama banyak, sekarang lebih banyak yang menggunakan jasa ART infal paket harian. Jadi jangka penggunaan PRT infal lebih pendek,” ucap Dani, pemilik CV Dani Mandiri, agen penyedia dan penyalur tenaga kerja.

Bisnis penyaluran tenaga kerja termasuk PRT infal ini masih bertaruh harap pada pelanggan setia. Dani bilang, sebanyak 90 persen pemesan dan pengguna PRT infal yang ada saat ini merupakan konsumen yang pernah menggunakan jasa ART infal sebelum sebelumnya. Bisa dibilang, pertumbuhan konsumen baru hanya tumbuh tipis setiap tahunnya.

Secara keseluruhan, geliat bisnis PRT infal ini terus susut selama empat tahun belakangan. Asosiasi Pelatihan Pekerja Seluruh Indonesia (APPSI) bilang, penurunan bisnis PRT infal ini angkanya sampai 50 persen. Mashudi, Ketua APPSI merinci beberapa faktor yang turut menyumbang merosotnya bisnis PRT infal yang terbilang menggiurkan ini.

Di antaranya adalah persaingan usaha, berkurangnya minat tenaga kerja yang ingin menjadi ART/ PRT infal dan juga perkembangan teknologi. “Secara keseluruhan, trennya mengalami penurunan sampai dengan 50 persen sejak empat tahun belakangan untuk wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi),” jelas Mashudi, Ketua APPSI kepada Tirto.

Tak dapat dipungkiri, ketatnya persaingan usaha di bisnis penyaluran tenaga kerja informal namun terlatih ini, turut menjadi penyebab menurunnya permintaan PRT. Saat ini, agen penyalur tenaga kerja yang tergabung dalam APPSI berjumlah 157. Jumlah ini masih lebih kecil dibanding banyaknya agen penyalur tenaga kerja yang tidak tergabung dalam asosiasi.

“Secara keseluruhan mungkin permintaan untuk PRT baik yang infal maupun permanen mengalami pertumbuhan. Tapi karena persaingan agen penyalurnya banyak, jadi porsi itu terbagi-bagi,” imbuh Mashudi.


Maraknya persaingan jasa penyalur tenaga kerja PRT dan sebagainya ini mulai dirasakan sejak 2005. Ibu Gito, pemilik Yayasan Cendana Raya atau yang dikenal dengan sebutan Yayasan Ibu Gito, menuturkan mulai tahun itu banyak agen penyalur tenaga kerja yang mulai menawarkan jasa tenaga kerja pengganti atau infal.

“Tahun 2005 ke atas sudah banyak yang menyediakan tenaga kerja termasuk PRT infal. Sebelum-sebelumnya tidak banyak. Jadi persaingan memang semakin banyak dan ketat,” sebut Ibu Gito kepada Tirto.

Selain turunnya permintaan, ketersediaan tenaga kerja PRT infal pun mengalami penyusutan. Hal ini, menurut Gito, terjadi karena maraknya pembangunan pabrik dan juga berkembangnya industri rumahan atau home industry di berbagai daerah. Perempuan-perempuan muda yang merupakan penyumbang besar sumber daya manusia untuk profesi PRT beralih menjadi pekerja pabrik ataupun pekerja industri rumahan.

“Setiap tahun kami mengalami penurunan permintaan sekitar 5 persen-10 persen. Selain itu juga kami mengalami penurunan pasokan tenaga kerja,” rinci Ibu Gito.

Penurunan permintaan dari pengguna jasa PRT infal dan juga penurunan ketersediaan tenaga kerja turut dialami oleh LPK Andhika Putra. Roro Rachmawati, pemilik LPK Andhika Putra bilang, penurunan permintaan dan juga ketersediaan SDM terbilang drastis, mencapai lebih dari 60 persen selama tiga tahun terakhir. Faktor pertumbuhan ekonomi yang tidak tinggi, melemahnya daya beli, serta perkembangan teknologi menyumbang seretnya geliat bisnis agen penyalur tenaga kerja PRT infal.

“Bisnis kami mengalami penurunan secara drastis. SDM yang kami didik dan salurkan untuk menjadi baby sitter, perawat lansia maupun PRT memang berkurang banyak. Adanya pengaruh dari berbagai aplikasi penyedia jasa kebersihan seperti Go -Clean, GoMaid dan lainnya juga berpengaruh,” kata Roro kepada Tirto.



Geliat perkembangan teknologi memang tak luput memberikan pengaruh pada bisnis penyedia jasa tenaga kerja termasuk ART/ PRT infal ini. Meski pengaruhnya tidak besar, namun aplikasi penyedia jasa kebersihan ini cukup menyita perhatian. Sebut saja Go-Clean, GoMaid, Tukang Bersih, Seekmi, Bersih Rapih, Bantu2.com.

Berbagai aplikasi penyedia jasa layanan kebersihan profesional ini, menawarkan jasa bersih-bersih tempat mulai dari rumah, apartemen dan juga kantor dengan hitungan jam saja. Aplikasi GoMaid yang dikeluarkan oleh GoMaid Agency menyediakan tenaga kerja mulai dari PRT, tukang masak, baby sitter, tukang kebun dan juga pengemudi.

GoMaid Agency saat ini beroperasi di Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Kantor pusat GoMaid Agency di Indonesia berada di Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Untuk menikmati berbagai jasa layanan yang ditawarkan, konsumen bisa langsung mengunduh aplikasi ini dan bisa memilih menu daily cleaning, cleaning with tools, furniture and car, ironing, monthly maid/ office maid dan juga subscribe package.

Saat Tirto menjajal aplikasi ini, untuk jasa kebersihan rumah satu lantai di kawasan Ciputat dengan jangka waktu selama dua jam mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan 10.00 WIB dikenakan biaya sebesar Rp75.000 yang bisa dibayarkan melalui transfer bank. Biaya jasa kebersihan yang dibebankan GoMaid dalam satu jam sebesar Rp37.500. Tak hanya menawarkan jasa kebersihan secara harian, situs GoMaid juga menawarkan jasa kebersihan secara bulanan.

Harga yang sama juga ditawarkan situs Seekmi, penyedia jasa kebersihan rumah dan kantor di Jabodetabek, untuk jasa bersih-bersih rumah selama 2,5 jam dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi dan satu ruang tamu. Situsweb bantubantu.co.id mematok harga Rp200.000 untuk membersihkan rumah dengan rincian yang sama.

Biaya lebih murah tersedia bagi pemiliki apartemen dengan kamar jenis studio. Bantubantu.co.id hanya mengenakan biaya senilai Rp105.000 untuk apartemen tipe studio dengan rincian satu kamar mandi, satu dapur, satu ruang makan dan dua kamar tidur.

Situsweb bersihrapih.com turut menyediakan jasa pembersihan umum untuk rumah, apartemen dan kantor meliputi lantai ruangan, toilet, dapur dan juga kaca jendela. Harga yang ditawarkan senilai Rp12.000 per meter persegi atau berdasarkan survei dan minimum luas bangunan atau lantai yang akan dibersihkan adalah seluas 100 meter persegi.

Go-Jek Indonesia juga menelurkan jasa penyedia kebersihan yaitu Go-Clean yang bisa digunakan melalui unduhan aplikasi Go-Life. Terdapat dua pilihan untuk layanan Go-Clean yaitu jasa membersihkan tanpa alat maupun jasa kebersihan dengan menggunakan alat. Untuk jasa kebersihan tanpa alat artinya alat kebersihan maupun cairan pembersih lantai disediakan oleh pengguna jasa atau konsumen.


infografik art prt si mbak pulang kampung


Go-Clean mematok harga mulai dari Rp35.000 untuk jasa membersihkan rumah selama satu jam, sampai dengan Rp280.000 untuk membersihkan hunian selama delapan jam. Sedangkan jasa kebersihan dengan alat dikenakan biaya sebesar Rp45.000 selama satu jam sampai dengan Rp360.000 selama delapan jam.

Cara pembayaran pun bisa dilakukan secara tunai. Yuanita Agata, VP Marketing Go-Life menuturkan, sejak awal peluncuran Go-Clean pada tahun 2015, selalu mengalami peningkatan permintaan dari tahun ke tahun. Bahkan kenaikan pemesanan Go-Clean setiap bulan Ramadan bisa mencapai 130 persen.

“Go-Clean tahun ini ini mengalami kenaikan sebesar 130 persen dibanding periode Ramadan tahun lalu dan melihat prospek kenaikan yang lebih tinggi jelang Lebaran,” ucap Yuanita kepada Tirto.

Karena pesatnya pertumbuhan permintaan, layanan Go-Clean pun berkembang tidak hanya di Jabodetabek saja, tetapi juga telah beroperasi di 25 kota besar di Indonesia. Menurut Yuanita, peningkatan permintaan jasa kebersihan Go-Clean dikarenakan adanya peningkatan kesadaran dan antusiasme masyarakat terhadap layanan ini.

“Ini artinya, kepercayaan masyarakat terhadap penyedia jasa kebersihan yang dapat diandalkan, terpercaya dan memiliki harga bersahabat dari mitra profesional Go-Clean juga bertambah. Selain itu, kemudahan dalam pemesanan melalui aplikasi dapat menjawab kebutuhan masyarakat selama 24 jam,” imbuh Yuanita.

Yuanita menambahkan, tarif yang dikenakan kepada konsumen saat libur Lebaran juga tidak mengalami perubahan. Bahkan, kata Yuanita, untuk menjawab kebutuhan konsumen akan PRT infal saat libur Lebaran, Go-Clean memiliki promo paket infal yang memberikan potongan harga sebesar Rp30.000 bagi pemesanan dengan minimum durasi selama lima jam.

Jadi, bagi para ibu rumah tangga yang sedang ditinggal PRT, silakan memilih jasa layanan kebersihan sesuai kebutuhan dan juga sesuai kocek yang tersedia. Berhati-hati dalam memilih PRT infal juga wajib dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga artikel terkait ASISTEN RUMAH TANGGA atau tulisan menarik lainnya Dea Chadiza Syafina
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dea Chadiza Syafina
Penulis: Dea Chadiza Syafina
Editor: Maulida Sri Handayani