Pertamina Target Keringkan Sumur YYA-1 Blok ONWJ 65 Hari ke Depan

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 8 Agustus 2019
PT Pertamina menyatakan proses pengeringan sumur atau relief well YYA-1 Blok Offshore North West Java (ONWJ) di pantai utara Karawang masih berlangsung.
tirto.id - PT Pertamina menyatakan proses pengeringan sumur atau relief well YYA-1, blok Offshore North West Java (ONWJ) di pantai utara Karawang masih berlangsung.

Saat ini proses penyedotan sumur yang dilakukan melalui anjungan atau rig Suhana masih berada dalam tahap pengeboran. Tepatnya di kedalaman 2.050 kaki atau feet dari target 9.000 feet untuk mencapai sumber minyak dari sumur YYA-1.

“Untuk penyelamatan sumur secara design sudah diputuskan membuat relief well. Jaraknya 1 km dari sumur YYA-1. Sekarang sudah masuk eksekusi dari rencana sudah di 2.050 feet nanti targetnya intercept di 9.000 feet,” ucap Incident Commander Proyek YYA-1, Taufik Adityawarman dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina pada Kamis (8/8/2019).

Taufik mengatakan dengan skema pengeringan yang telah dibuat ini membutuhkan waktu sekitar 67 hari ke depan. Namun, ia mengklaim saat ini proses telah berlangsung dua hari lebih cepat dari waktu yang diprediksikan.

“Perkiraan desain ini 67 hari. Makin ke kiri bisa dilihat antara kedalaman dan waktu makin cepat. Jadi kami 2 hari lebih cepat dari rencana,” ucap Taufik.

Sampai ke-65 hari ini berakhir, Taufik mengatakan Pertamina akan mengerahkan pencegahan meluasnya lumpur yang tumpah dari sumur YYA-1.

Selama proses pengeboran, ia memastikan pelampung penahan minyak atau oil boom sepanjang 4.700 meter statis dan 600 meter dinamis serta 4 alat penyedot minyak atau skimmer tetap disiagakan untuk membersihkan tumpahan minyak yang masih terus terjadi. Hal ini dilakukan dengan menyiagakan 44 kapal untuk melakukan operasi ini.

“Sampai hari ke-65 kami upayakan menampung semburan YYA dengan oil boom. Ada beberapa kapal yang ditugaskan untuk skimming atau menyedot minyak mentah,” ucap Taufik.


Baca juga artikel terkait MINYAK TUMPAH atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri
DarkLight