Persoalan Bisnis, 250 Tabung Cadangan Oksigen RS PKU Yogya Ditarik

Oleh: Irwan Syambudi - 14 Juli 2021
Dibaca Normal 1 menit
Penarikan 250 tersebut tabung dilakukan sebab RS PKU Muhammadiyah mengisi ulang tabung di vendor lain dan dianggap melanggar prosedur yang sudah disepakati.
tirto.id - Sebanyak 250 tabung oksigen cadangan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta ditarik oleh vendor pemilik tabung. Penarikan tabung dilakukan lantaran RS PKU Muhammadiyah mengisi ulang tabung di vendor lain.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Mohammad Komarudin mengatakan pihaknya memang mengisi tabung oksigen dari vendor lain karena pasokan oksigen liquid tidak jelas kapan datang.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi. Hal ini kata dia semata-mata untuk menyelamatkan pasien sebab sempat terjadi krisis oksigen.

Namun tindakan tersebut dipersoalkan oleh vendor karena melanggar prosedur yang sudah disepakati bersama sehingga berujung penarikan 250 tabung itu. “Saya sudah menyampaikan permohonan maaf, tapi keputusan manajemen, tabung tetap ditarik,” kata Komarudin dalam keterangan tertulis, Rabu (14/7/2021).

Ketua Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah Agus Samsudin mengatakan permintaan maaf dari rumah sakit menurutnya jadi pertimbangan vendor terlebih dengan adanya situasi sulit saat ini.

“RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah minta maaf merupakan sikap yang positif dan jangan menyerah atau merasa terpojok, kita hadapi dengan tegar,” kata Agus.

Hal yang paling penting untuk sampaikan ke publik menurut Agus Samsudin, bagi RS PKU dan Muhammadiyah, dalam situasi pandemi yang berat ini aspek kemanusiaan harus diutamakan lebih dari yang lainnya.

“Semua pihak agar mau bekerjasama yang positif demi penyelamatan jiwa pasien di rumah sakit dan menghadapi pandemi yang berat ini, jangan mementingkan diri sendiri,” ujarnya.

Menurut Agus Samsudin, RS PKU Muhammadiyah saat ini memiliki persediaan tabung gas yang mencukupi, baik dimiliki sendiri maupun dari pihak lain yang mau bekerjasama untuk kepentingan kemanusiaan.

“Terakhir, kami mendesak agar pemerintah dan semua pihak agar betul-betul harus bekerjasama mencari solusi untuk menyelesaikan masalah kekurangan oksigen dan kondisi RS yang overload dalam penanganan pasien COVID-19 secara sigap, terfokus serta mengutamakan penyelamatan kemanusiaan di atas yang lainnya. Kami mengajak pemerintah dan seluruh produsen oksigen agar berjuang demi kemanusiaan,” kata Agus.


Baca juga artikel terkait STOK TABUNG OKSIGEN atau tulisan menarik lainnya Irwan Syambudi
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Irwan Syambudi
Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Restu Diantina Putri
DarkLight