Perlawanan 156 Wanita Korban Pelecehan Seksual Dokter Larry Nassar

Oleh: Yuliana Ratnasari - 25 Januari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Sebanyak 156 wanita korban Larry Nassar berbicara, menceritakan kisah serupa tentang pelecehan seksual yang mereka alami dari mantan dokter itu.
tirto.id - Larry Nassar telah divonis hukuman penjara hingga 175 tahun atas dakwaan pelecehan seksual terhadap ratusan pesenam wanita. Mantan dokter tim gimnastik AS untuk Olimpiade ini bersalah karena menyalahgunakan posisinya dengan kedok perawatan medis.

Vonis diputuskan setelah lebih dari 150 wanita dan anak perempuan memberikan kesaksian di pengadilan bahwa Nassar telah melakukan pelecehan seksual selama dua dekade terakhir ini.

Sebanyak 156 korban berbicara, menceritakan kisah serupa tentang bagaimana mereka datang pada Nassar untuk menerima perawatan karena cedera olahraga. Namun mereka justru mendapat pelecehan seksual, sementara Nassar berdalih tindakannya sebagai pengobatan.

Kyle Stephens adalah orang pertama yang menceritakan kisahnya. Selama bertahun-tahun dia dikenal dengan sebutan “Victim ZA.” Namun Selasa (23/1/2018) pagi lalu, ia berdiri di hadapan Hakim Rosemarie Aquilina dan dengan tenang membeberkan namanya.

"Saya siap untuk berbicara," kata Kyle dalam sebuah wawancara dengan
BBC setelah kesaksiannya.

Selama beberapa dekade, Larry Nassar telah melakukan penyiksaan pada anak gadis dan perempuan muda. Tudingan Kyle inilah yang akhirnya membuat polisi menangkap Nassar.

Tidak seperti banyak wanita lain yang berbagi cerita dalam kasus ini, Kyle bukan pesenam dan pasien Nassar. Orang tuanya berteman dengan keluarga Nassar.

Saat dia berdiri di ruang sidang itu, foto dirinya sebagai anak yang tersenyum diproyeksikan ke layar. Nassar pertama kali menyiksanya saat berusia enam tahun. "Ketika saya masih belum kehilangan semua gigi susu saya," tambahnya.

Ketika Kyle berusia 12 tahun, ia pernah mengatakan kepada orang tuanya bahwa Nassar menyentuh penisnya yang ereksi di depannya. Orang tua Kyle menyangkalnya. Mereka tidak mempercayainya, dan mendesak Kyle untuk meminta maaf pada dokter itu.

Nassar (54) lulus dari University of Michigan pada 1985. Ia bergabung dengan staf medis tim senam nasional AS yang berbasis di Indianapolis setahun kemudian.

Pada 1997, ia juga mulai bekerja sebagai tim dokter di Michigan State University (MSU). Nassar mulai melakukan pelecehan seksual pada Kyle Stephens setahun setelahnya.

Rachael Denhollander, mantan pesenam asal Michigan, adalah korban pertama yang berbicara di depan umum pada 2016.

Dia mengatakan kepada
BBC bahwa Nassar menyiksanya selama setiap kunjungan yang dia lakukan ke kliniknya lebih dari setahun setelah dia berusia 15 tahun.

Dalam salah satu sesi terakhir saat kunjungan, Nassar melepas sepatunya dan membelai dada Rachael. Saat itu ia tahu telah benar-benar diserang dan tidak diobati.

Korban lainnya, Gwen Anderson, mantan pesenam yang berkompetisi di Michigan mengatakan bahwa penyiksaan seksual kepadanya dimulai saat ia baru berusia 12 tahun.

Sekarang, sebagai guru untuk anak perempuan seusianya, dia dapat melihat dengan jelas tindakan penyimpangan Nassar.

"Saya mengajar [gadis berusia] 12, 13, 14 tahun setiap hari," kata dia kepada pengadilan. "Dan setiap hari, ketika saya melihat mereka, saya dihadapkan pada kenyataan betapa muda dan tak berdaya kami saat Anda [Nassar] menganiaya kami.

Pekan lalu, juara empat kali Olimpiade Rio, Simone Biles mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa dia juga pernah disiksa oleh Nassar.

Sementara Jumat (19/1/2018), peraih medali emas Olimpiade Aly Raisman dan Jordyn Wieber datang ke pengadilan untuk merinci pelecehan yang Nassar lakukan terhadap mereka selama Olimpiade 2012 di London.

Nassar akhirnya ditangkap pada 21 November 2016. Dia dijatuhi hukuman 60 tahun penjara setahun kemudian karena tiga tuduhan terkait dengan pornografi anak di komputernya.

Dia kemudian mengaku bersalah karena melakukan pelecehan seksual terhadap wanita di rumahnya, di klub gimnastik AS, dan di kantor MSU-nya. Pengakuan ini berujung pada kesaksian 156 korban Nassar yang muncul ke publik.


Baca juga artikel terkait PELECEHAN SEKSUAL atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari
DarkLight