Penyidik Gali Keterangan BBP untuk Temukan Aktor Intelektual

Oleh: Adi Briantika - 10 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
“Keterangan dari BBP sangat penting untuk mengungkap aktor intelektual atau buzzer lain yang aktif terlibat dalam penyebaran berita hoaks tersebut,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
tirto.id - Penyidik Direktorat Siber Bareskrim Polri masih mendalami keterangan pelaku pembuat rekaman suara ihwal surat suara tercoblos, BBP. Berdasarkan keterangan itu, polisi akan berupaya mengungkap aktor intelektual.

“Keterangan dari BBP sangat penting untuk mengungkap aktor intelektual atau buzzer lain yang aktif terlibat dalam penyebaran berita hoaks tersebut,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (10/1/2019).

Kepolisian juga masih mencari motif pelaku menyebarkan informasi bohong. “Motif masih didalami, konstruksi hukumnya belum selesai,” tambah Dedi. Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, ada penyandang dana dalam peristiwa itu dan jika terbukti maka kepolisian akan turut memeriksa pihak tersebut.

Kasubbid Komputer Forensik Puslabfor Bareskrim Polri Kombes Pol Muhammad Nuh Al Azhar mengatakan pihaknya berhasil membuktikan suara yang ada rekaman identik dengan suara BBP.


Kepolisian memiliki file suara pembanding dan empat file rekaman barang bukti dalam pengujian ini. “Hasil menyatakan keempat rekaman barang bukti sangat identik dengan suara BBP,” ucap Nuh.

Ada dua metode uji yang digunakan yaitu otomatisasi statistik yang berbasis algoritme Gaussian Mixture Model (GMM) dan Likehood Ratio (LR). Serta manual statistik yang berbasis algoritme One-Way Analysis of Variance (Anova).

BBP sebagai pemilik akun twitter @bagnatara1 mengunggah kalimat “Ada info, katanya di tanjung priuk ditemukan tujuh kontainer, berisi kertas suara, yang sudah tercoblos gambar salah satu paslon. Saya tidak tahu, ini hoaks atau tidak, mari kita cek sama - sama ke Tanjung Priok sekarang. Cc @fadlizon , @AkunTofa , @AndiArief__ @Fahrihamzah”, pada Selasa 1 Januari 2019, pukul 23.35 WIB.

BBP juga membuat rekaman suara yang isinya adalah berita bohong, selanjutnya rekaman itu disebarkan melalui grup WhatsApp ‘Prabowiseso’ dan chat personal WhatsApp yang ditujukan kepada TT dengan maksud untuk disebarkan ke masyarakat melalui media sosial.



Baca juga artikel terkait PENYEBARAN BERITA BOHONG atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight