Penyebab Naiknya Harga BBM Non Subsidi dan LPG Bright Gas

Reporter: Dwi Aditya Putra, tirto.id - 11 Jul 2022 08:27 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Pertamina menjelaskan penyesuaian harga dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia.
tirto.id - PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar khusus (BBK) atau BBM non subsidi, Minggu (10/7/2022) kemarin. Kenaikan harga meliputi Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite serta LPG non subsidi seperti Bright Gas.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan penyesuaian harga dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia. Saat ini harga minyak ICP per Juni menyentuh angka 117,62 dolar AS per barel, lebih tinggi sekitar 37 persen dari harga ICP pada Januari 2022.

Sedangkan untuk LPG, tren harga (CPA) masih di tinggi pada bulan Juli ini mencapai 725 dolar AS per Metrik Ton (MT) atau lebih tinggi 13 persen dari rata-rata CPA sepanjang tahun 2021.


"Penyesuaian harga ini dilakukan mengikuti tren harga pada industri minyak dan gas dunia," ujarnya di Jakarta, Senin (11/7/2022).

Irto menuturkan penyesuaian terus diberlakukan secara berkala sesuai dengan Kepmen ESDM 62/K/12/MEM/2020 tentang formulasi harga jenis bahan bakar umum (JBU). Saat ini penyesuaian dilakukan untuk produk Pertamax Turbo dan Dex Series yang porsinya sekitar 5 persen dari total konsumsi BBM nasional, serta produk LPG non subsidi yang porsinya sekitar 6 persen dari total konsumsi LPG nasional.

Berikut penyesuaian harga dilakukan:

- Pertamax Turbo (RON 98) harganya menjadi Rp16.200 sebelumnya Rp14.500.
- Pertamina Dex (CN 53) menjadi Rp16.500 sebelumnya Rp13.700.
- Dexlite (CN 51) menjadi Rp15.000 per liter dari sebelumnya Rp12.950.
Sementara itu, untuk wilayah DKI Jakarta atau daerah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen.
- Untuk LPG non subsidi seperti Bright Gas akan disesuaikan sekitar Rp2.000 per kilogram.

Dia menambahkan seluruh Penyesuaian harga di angka sekitar Rp2.000 baik per liter untuk BBM dan per kilogram untuk LPG. Harga ini diklaim masih sangat kompetitif dibandingkan produk dengan kualitas setara.

"Untuk yang subsidi, pemerintah masih turut andil besar dengan tidak menyesuaikan harganya," imbuhnya.




Baca juga artikel terkait ALASAN HARGA LPG NAIK atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Intan Umbari Prihatin

DarkLight