tirto.id - Sejak tayang perdana di bioskop pada tanggal 10 Juli 2025 lalu, film Sore: Istri dari Masa Depan menjadi topik perbincangan yang mewarnai lini masa. Banyak orang penasaran dengan penjelasan film ini serta karakter di film Sore.
Pada tahun 2017, Sore pernah tayang sebagai web series. Karena itu, para penonton web series yang belum menonton filmnya banyak yang bertanya apakah ada perbedaan signifikan antara keduanya atau justru sama persis.
Film yang disutradarai Yandy Laurens ini mengisahkan tentang seorang fotografer bernama Jonathan yang kehidupannya berubah setelah kedatangan wanita asing bernama Sore. Ternyata, Sore adalah istrinya dari masa depan yang menemuinya dengan membawa misi khusus.
Sore menjadi film yang sangat dinantikan oleh para penggemarnya, mengingat sejauh ini karya-karya Yandy Laurens—baik film maupun series—tidak pernah gagal. Penantian para penggemar pun tidak sia-sia. Film Sore berhasil memikat para penontonnya. Hal ini terbukti dari ulasan positif dari para penonton. Rating di IMDB untuk saat ini adalah 8,8.
Daftar Karakter Film Sore: Istri dari Masa Depan
Sebagai film yang diadaptasi dari web series, karakter yang muncul di film Sore tidak berbeda dengan versi serialnya. Meski ada beberapa perbedaan pemeran, tetap saja tidak mengubah kisah. Sore berhasil menghadirkan dunia yang utuh dan bukan karya yang rumpang.
Kekuatan film “Sore” tidak semata terletak di pemainnya, tetapi juga jalan cerita dan emosi di dalamnya. Bagi yang penasaran dengan pemainnya, berikut ini daftar karakter film “Sore: Istri dari Masa Depan”:
- Sore diperankan oleh Sheila Dara. Karakter Sore adalah seorang istri yang berduka karena kehilangan suaminya. Cintanya yang begitu besar membuatnya bersedia melakukan perjalanan waktu demi menemui Jonathan di masa lalu dan berusaha mengubah hidupnya.
- Jonathan diperankan oleh Dion Wiyoko. Seorang fotografer yang sementara menetap di Kroasia. Ia memiliki beberapa kebiasan buruk. Namun, itu semua disebabkan karena masalah yang mengendap di dalam hatinya.
- Karlo diperankan oleh Goran Bogdan. Ia berperan sebagai teman sekaligus agen Jonathan di Kroasia. Goran Bogdan merupakan aktor Kroasia yang pernah masuk nominasi film pendek Oscar berkat perannya di film pendek berjudul The Man Who Could Not Remain Silent (2024).
- Elsa diperankan oleh Lara Nekic. Ia menjadi pacar Jonathan. Bersama Goran Bogdan, ia juga berperan di The Man Who Could Not Remain Silent.
- Seno diperankan oleh Mathias Muchus. Ayah Jonathan yang meninggalkannya sejak ia berusia 4 tahun.
- Maya diperankan oleh Maya Hasan sebagai ibu Jonathan.
- Marko diperankan oleh Livio Badurina. Aktris Kroasia yang berperan sebagai kenalan Sore dan mengenalkan Sore pada David yang merupakan seorang fashion designer.
- David diperankan oleh Borko Peric. Dalam film ini David menjadi pemilik toko tempat Sore bekerja.
6 Perbedaan Film Sore dengan Web Series
Terpaut delapan tahun dan beralih medium, dari web series atau serial drama menjadi film layar lebar, Sore: Istri dari Masa Depan tentu memiliki beberapa perbedaan. Baik versi serial web maupun film, keduanya sama-sama memiliki premis yang sama, tetapi dengan detail pengembangan yang berbeda. Simak perbedaan film “Sore” dengan versi serial drama berikut ini.
1. Pemeran Tokoh Utama Perempuan
Dalam versi serial drama, tokoh Sore diperankan Tika Bravani. Sementara pada versi film, karakter Sore diperankan oleh Sheila Dara. Pada saat perilisan daftar pemeran, banyak penggemar web series merasa kecewa dan mempertanyakan hal tersebut. Namun, setelah filmnya rilis, kekecewaan itu hilang. Sheila Dara berhasil membawakan karakter sore dengan sangat baik.2. Setting Lokasi
Selain pemeran utama wanita yang berbeda, film Sore dengan versi web series-nya juga memiliki perbedaan setting. Dalam serial web, latar tempatnya adalah Italia dan Indonesia. Sedangkan film Sore menjalani proses syuting di tiga tempat berbeda, yakni Kroasia, Finlandia, dan Jakarta.3. Soundtrack
Sore versi web series identik dengan lagu "I'll Find You" milik Kunto Aji. Namun, pada versi film lagu itu tidak digunakan. Kesamaannya hanya ada pada lagu milik Adhitia Sofyan "Gaze" dan "Forget Jakarta". Soundtrack utama film sore menggunakan lagu "Pancarona" dan "Terbuang Dalam Waktu" milik Barasuara. Selain itu, ada juga lagu "Hingga Ujung Waktu" milik Sheila on 7.4. Eksplorasi Lebih Banyak Hal
Baik serial web maupun film, keduanya sama-sama berisikan cerita mengenai Jonathan dan Sore. Namun, bukan berarti film yang berangkat dari premis yang sama dari serial webnya ini tidak mengalami perubahan atau pengembangan.Film “Sore” lebih mengeksplorasi banyak hal dari segi cerita. Kedalaman cerita yang diciptakan dalam film membuat penonton memahami alasan Jonathan pergi ke luar negeri dan mengapa Sore repot-repot datang dari masa depan untuk mengubah gaya hidup dan kebiasaan Jonathan.
Bahkan, Dion Wiyoko yang memerankan Jonathan pun menyebut film “Sore” memiliki cerita yang lebih mendalam daripada versi serial web. Dion menambahkan, versi serial web hanya menceritakan sekitar 40 persen, sedangkan 60 persen lainnya diceritakan dalam film.
Selain itu, perbedaan usia dan konflik yang lebih dewasa antara Jonathan dan Sore juga menjadi pembeda film dengan versi serial web. Versi film akan menunjukkan hubungan kedua karakter utama ini lebih mendalam dibandingkan serial webnya.
5. Konsep Perjalanan Waktu Lebih Menguat
Sesuai judul dan premisnya, film Sore mengisahkan seorang perempuan bernama Sore yang datang dari masa depan untuk mengubah hidup orang yang dicintainya, Jonathan, agar mereka tetap bersama.Yandy Laurens sebagai sutradara dan penulis sengaja mempertegas ide bahwa Sore kembali ke masa lalu bukan karena keajaiban belaka, melainkan sebagai bagian dari perjuangan cinta yang memerlukan pengorbanan fisik dan mental.
Dalam film, bahkan, ditunjukkan bagaimana Sore kerap mimisan hingga pingsan. Ini menjadi simbol konsekuensi logis dari upaya Sore menembus batas waktu. Versi film memang menonjolkan unsur fantasi yang lebih kuat, utamanya terkait konsep perjalanan lintas waktu.
6. Cerita Tiga Babak
Yandy Laurens membagi film Sore menjadi tiga babak penting. Ini dapat pula dirasakan penonton untuk mengetahui tahap-tahap dan nuansa dalam film.Babak pertama, penonton diperkenalkan dengan karakter Jonathan, seorang fotografer idealis yang keras kepala. Di babak ini juga hadir Sore yang berusaha mengubah gaya hidup Jonathan sedikit demi sedikit.
Babak kedua, tampak perjuangan dan kerelaan hati Sore. Penonton bisa merasakan, dari sorot mata Sore, betapa besar rasa lelah sekaligus tekadnya untuk memperbaiki hidup orang yang dicintai.
Inilah babak yang membedakan film dengan seri web. Versi film, penekanan pada tema “merelakan cinta” dibuat lebih mendalam. Kemudian, babak ketiga menjadi penutup sekaligus penegasan pesan utama film.
Babak ini diberi judul “Waktu”. Yandy melalui dialog karakternya menyiratkan bahwa memperjuangkan cinta pun memiliki batas waktu. Pada akhirnya, cinta tak hanya soal manisnya kebersamaan, tetapi juga soal keikhlasan untuk menerima semua yang terjadi. Sebab perubahan harus muncul dari diri sendiri dan bukan karena orang lain.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Elisabet Murni P
Masuk tirto.id

































