Periksa Fakta

Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan Bank Bengkulu

Penulis: Alfons Yoshio Hartanto, tirto.id - 5 Des 2023 12:30 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Bank Bengkulu menyebut kalau undian berhadiah menjadi salah satu modus yang digunakan sebagai penipuan.
tirto.id - Media sosial menjadi salah satu platform yang digunakan untuk menyebarkan informasi palsu terkait penipuan berhadiah, yang biasanya mengatasnamakan instansi tertentu. Beberapa waktu lalu, Tirto sempat menjumpai penipuan undian berhadiah yang mencatut nama beberapa bank.


Di penghujung tahun 2023, modus serupa kembali muncul kali ini mengatasnamakan Bank Bengkulu. Pantauan Tirto, promosi undian berhadiah ada yang tersebar dalam bentuk unggahan media sosial dan ada yang tautan ke sebuah situs.


Di Facebook, ditemukan setidaknya dua unggahan yang mengatasnamakan akun Bank Bengkulu (tautan 1, tautan 2).

"Khusus Nasabah Bank Bengkulu, Yang Sudah Aktif Bengkulu Mobile.

UNDIAN TABUNGAN BANK BENGKULU ( Tabot Simpeda Tapeda ) Berhadiah dari Bank Bengkulu# Hadir lagi," begitu bunyi ajakan dalam unggahan.

Periksa Fakta Modus Penipuan Undian Berhadiah
Periksa Fakta Modus Penipuan Undian Berhadiah Bank Bengkulu. (Sumber: Facebook)


Terdapat juga penyebutan jenis-jenis hadiah undian, termasuk mobil, sepeda motor, televisi, gawai, sampai dengan paket umroh gratis. Ada pula instruksi untuk mengakses sebuah tautan di bagian bawah unggahan.

Tautan tersebut mengarahkan Tirto ke halaman situs yang berisi tautan pendaftaran. Di halaman ini, penyelenggara diklaim meminta nasabah untuk mengisi data pribadi mereka, termasuk nama, nomor telepon, dan nomor rekening.

Lalu bagaimana kebenarannya? Apakah ada undian berhadiah yang diselenggarakan Bank Bengkulu?

Penelusuran Fakta
Mengingat informasi ini berkaitan dengan perbankan, langkah pertama Tirto adalah memverifikasi klaim ini ke kanal resmi dari Bank Bengkulu.

Pertama-tama Tirto masuk ke situs resmi Bank Bengkulu. Di salah satu pengumuman di halaman utamanya, Bank Bengkulu mengimbau nasabahnya untuk waspada dengan modus penipuan perubahan biaya transaksi, promo hadiah, dan undian.

"Selalu cek kebenaran akun Bank Bengkulu dan jangan pernah membagikan data pribadi untuk transaksi (pin token, username, dan password)," begitu bunyi pengumuman tersebut.

Bank Bengkulu mengindikasikan juga memberi keterangan "phishing alert," terkait imbauan tersebut.



Dalam kanal lainnya, akun sosial media Bank Bengkulu yang paling aktif memberi informasi adalah akun Instagram. Meski tidak ada centang biru, akun @bankbengkuluofficial adalah nama akun yang disebut di situs resmi bank tersebut.

Dalam unggahannya, Bank Bengkulu menyebut kalau undian berhadiah menjadi salah satu modus yang digunakan untuk melakukan penipuan.

Lebih lanjut, penelusuran ke mesin pencarian mengarahkan Tirto ke artikel Radar Lebong tertanggal 1 Desember 2023 berikut.

Dalam artikel salah satu media lokal di Bengkulu tersebut, terdapat keterangan dari salah seorang perwakilan Bank Bangkulu. Dia menegaskan kalau saat ini tidak ada program undian yang diselenggarakan oleh Bank Bengkulu.

"Kami meminta nasabah untuk tidak terpengaruh oleh tawaran-tawaran melalui saluran digital, dan segera mengkonfirmasi ke call center Bank Bengkulu 1500133 atau datang langsung ke kantor Bank Bengkulu. Bank Bengkulu tidak pernah mengadakan program undian berhadiah untuk saat ini, jadi harap diingat dengan baik," ujar Wakil Pimpinan Cabang Bank Bengkulu Muara Aman, Adhar Arfansyah, menukil Radar Lebong.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa informasi terkait undian berhadiah yang mengatasnamakan Bank Bengkulu ini salah dan menyesatkan (false and misleading).

Infografik Periksa Fakta Modus Penipuan Undian Berhadiah
Infografik Periksa Fakta Modus Penipuan Undian Berhadiah Bank Bengkulu. tirto.id/Fuad


==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id.



Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan menarik lainnya Alfons Yoshio Hartanto
(tirto.id - Mild Report)

Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Farida Susanty

DarkLight