STOP PRESS! Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Ditolak Masuk AS

Pengrajin Bedug Musiman

08 Juni, 2017

Pengrajin Bedug menjemur kulit bahan pembuatan Bedug. tirto.id/Arimacs Wilander

Membersihkan bulu pada kulit Bedug. tirto.id/Arimacs Wilander

Pengrajin Bedug menjahit kulit yang akan digunakan untuk pembuatan Bedug. tirto.id/Arimacs Wilander

Pengrajin Bedug membuat lapisan kulit Bedug. tirto.id/Arimacs Wilander

Mengukir kulit Bedug sesuai pesanan konsumen. tirto.id/Arimacs Wilander

Pengrajin Bedug melakukan finishing ukiran kulit di pada Bedug. tirto.id/Arimacs Wilander

Pengrajin Bedug memajang Bedug yang sudah jadi. tirto.id/Arimacs Wilander

Gambar karakter kartun pada Bedug untuk konsumen anak-anak. tirto.id/Arimacs Wilander

Tawar menawar dengan calon konsumen. tirto.id/Arimacs Wilander

Konsumen Bedug bersiap membawa Bedug yang dibeli. tirto.id/Arimacs Wilander

Ramadan terbilang punya multiplier effect tersendiri. Salah satunya efek menggeliatkan perekonomian masyarakat selain usaha-usaha makanan takjil yang menjamur menjelang waktu berbuka.

Disalah satu ruas jalan wilayah Tanah Abang, ada tradisi unik saat Ramadan tiba. Pengrajin Bedug terlihat berderet disepanjang jalan wilayah Tanah Abang. 

Mereka para pengrajin sekaligus pedagang Bedug musiman, yang hanya membuat dan menjual Bedugnya saat Bulan Ramadan.

Bedug terbuat dari kulit kambing yang diolah dan tong berukuran kecil dan sedang dengan dibalur cat bergambar kartun untuk segment anak-anak. Juga ada Bedug berbahan kulit kambing dan kayu yang biasa ada di Masjid atau Mushala.

Harganya bervariatif, dari Rp.50.000 - Rp.5.000.000. Harga sesuai ukuran dan bahan. Yang termahal tentu Bedug dengan ukuran besar berbahan kayu.

Tradisi pengrajin Bedug ini musiman, mereka hanya ada pada saat Bulan Ramadan tiba. Membaca peluang pasar pernak-pernik Ramadan bagi muslim.

Teks dan Foto; Arimacs Wilander

Keyword


Pengrajin Bedug Musiman