Menuju konten utama

Penerima Bansos Bisa Bekerja di KDKMP & Gabung Tanpa Bayar Iuran

Gus Ipul optimistis, melalui keanggotaan di KDKMP, banyak penerima bansos bisa produktif dan lebih berpeluang mencapai kemandirian.  

Penerima Bansos Bisa Bekerja di KDKMP & Gabung Tanpa Bayar Iuran
Menteri Sosial Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono di Kantor Agrinas Pangan Nusantara, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026). FOTO/dok.Kemensos
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat kerja sama dengan PT Agrinas Pangan Nusantara. Sinergi ini untuk mendorong penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Penguatan sinergi tersebut disepakati saat Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendatangi Kantor Agrinas Pangan Nusantara, Jakarta Timur, pada Selasa (28/4/2026). Pada kesempatan itu, ia didampingi oleh Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono.

"Ini kali kedua saya bertemu Dirut Agrinas, dalam rangka menindaklanjuti Inpres Nomor 9 Tahun 2025, di mana kami ditugaskan untuk mendorong penerima manfaat bantuan sosial dari Kemensos untuk menjadi anggota KDKMP," kata Gus Ipul.

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 mengamanatkan agar penerima bansos didorong terlibat dalam aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa atau kelurahan. Dengan begitu, bansos bisa menjadi sarana pemberdayaan ekonomi warga desa.

Gus Ipul menjelaskan, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto, koperasi perlu dimanfaatkan sebagai instrumen pemberdayaan sosial yang menggerakkan ekonomi lokal.

"Intinya bagaimana koperasi menjadi bagian dari program pemberdayaan sosial sebagaimana diharapkan Bapak Presiden Prabowo. Ini momentum bagi kita, bagaimana masyarakat desa lebih berdaya, uangnya berputar di desa, dan mendapatkan harga yang terbaik," jelas Gus Ipul.

Jika penerima bansos menjadi anggota KDKMP, lanjut dia, mereka bisa didorong beralih menjadi pelaku ekonomi aktif.

Para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bansos juga berpeluang bekerja di koperasi. Dengan demikian, bansos berfungsi sebagai jembatan menuju kemandirian.

Dalam taksiran Gus Ipul, mengingat satu KDKMP bisa menyerap 17 tenaga kerja, maka 10 ribu koperasi berpotensi menciptakan 170 ribu lapangan kerja bagi KPM bansos atau warga miskin. Artinya makin banyak KPM yang berpotensi mandiri (graduasi) dari bansos.

"Itu kalau 10 ribu, padahal ini akan 50 ribu, (hingga) 80 ribu. Istimewa banget, tinggal mengalikan saja. Ini adalah massive job creation berbasis desa, luar biasa," kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa memastikan, KDKMP tidak akan membebani masyarakat secara finansial. Menurut dia, negara membangun KDKMP untuk memperbaiki kesejahteraan warga desa.

"Seluruh warga negara tidak perlu membayar iuran dan tidak perlu membuat simpan-pinjam yang harus setiap bulan dipotong atau ditaruh di gerai-gerai. Tetapi negara yang menyediakan, menyuplai, dan rakyat tinggal mengelola bersama-sama dengan Agrinas," jelas Joao.

Sebelum pertemuan berlangsung, Mensos bersama Dirut Agrinas meninjau ruang Command Center Pembangunan KDKMP. Ruangan ini menjadi pusat monitoring real-time untuk memantau progres pembangunan KDKMP di seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Tenaga Ahli Menteri Andy Kurniawan, dan Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Joko Widiarto.

Hadir pula Wakil Direktur Utama Agrinas Trenggono bersama Direktur Operasional Yudha Rusniwan, Direktur Kawasan Nusra Nunes, Direktur Business Development Ryan Manafe, Direktur Konsultan Engineering Rury Chandra, serta SVP Corporate Secretary Aditya Hadyan Putra.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis