Pendaftaran Paspor via Whatsapp Masih Terbatas di 26 Kota

Pendaftaran Paspor via Whatsapp Masih Terbatas di 26 Kota
Petugas Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat menyusun dokumen paspor milik pemohon di Kantor Imigrasi Kelas I Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (12/7). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
08 Agustus, 2017 dibaca normal 1:30 menit
Kepala Dirjen Imigrasi mengatakan, program permohonan paspor via aplikasi Whatsapp bukan berarti pembuat paspor bisa langsung terima paspor.
tirto.id - Pihak keimigrasian mulai menerapkan pendaftaran pembuatan paspor melalui pesan singkat Whatsapp. Meskipun sudah bisa membuat paspor via Whatsapp, pendaftar pun tetap harus mengantre dan membawa berkas pengajuan paspor. Sembari menerapkan proses pendaftaran terbaru ini, petugas imigrasi masih mengevaluasi konsep pembuatan paspor via online.

Kepala Dirjen Imigrasi Ronnie F. Sompie mengatakan, program permohonan paspor via aplikasi Whatsapp bukan berarti pembuat paspor bisa langsung terima paspor. Ronnie menegaskan, pembuatan paspor via Whatsapp hanya sebagai alat untuk seseorang mendapatkan nomor antrian lebih mudah.

"Itu hanya antrian saja. Bukan pembuatan paspor. Antreannya biar tidak numpuk dalam jam tertentu," kata Ronnie di Menteng, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Baca juga: Pendaftaran Paspor Bisa via Whatsapp Mulai Hari Ini

Ronnie menerangkan, konsep pembuatan paspor via Whatsapp awalnya merupakan uji coba di dua kantor imigrasi, yakni Kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan Kantor Imigrasi Batam. Setelah dievaluasi, pihak keimigrasian memutuskan memperluas jangkauan di 26 kota di seluruh Indonesia. Kantor yang dipilih pun terbatas. Mereka baru mengujicobakan ke kantor imigrasi yang sudah menerima pelayanan pembuatan paspor minimal 180 paspor per hari.

Di saat yang sama, Ronnie menuturkan kalau pihak imigrasi tidak melakukan limitasi terhadap orang-orang yang ingin membuat paspor via Whatsapp. Mereka tetap menerima permohonan pembuatan paspor dari masyarakat. Akan tetapi, begitu kuota pembuatan melebihi ketentuan, pihak imigrasi akan menjadwalkan di waktu kemudian hari. "Jadi nanti diatur. Kalau ya sudah tidak sanggup, kita atur untuk besok," paparnya.

Sekretaris Dirjen Imigrasi Friment Aruan mengatakan, sistem pendaftaran paspor via Whatsapp akan memudahkan masyarakat dalam membuat paspor. Pihak keimigrasian ingin membuang pandangan pembuatan paspor harus menunggu pagi-pagi.

Saat ini, keimigrasian menerapkan dua sistem pendaftaran permohonan yaitu via aplikasi dan secara daring. "Jadi ada beberapa kantor imigrasi kita bebaskan untuk memilih sistem antrian masing-masing," kata Friment di Menteng, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Friment menerangkan, setiap kantor imigrasi akan ada nomor Whatsapp khusus untuk mengurus masalah pembuatan paspor. Nantinya, nomor itu akan memberi notifikasi kepada pengaju pembuat paspor waktu antrian dan momen paspor selesai dibuat.

Ia mencontohkan, satu kantor imigrasi bisa membuat 50 paspor per jam. Nantinya, setiap 50 orang dimasukkan di dalam jadwal per jam. Apabila lebih, sistem akan menjawab kepada pembuat paspor tentang waktu pembuatan paspor pada keesokan hari.

Friment mengaku, mereka baru menerapkan konsep ini di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Karawang. Selain itu, adapula kota-kota besar lain seperti Makassar, Medan, Bandung, Surabaya, dan Denpasar. Nantinya, pihak imigrasi berencana menjadikan sistem online sebagai standar keharusan pelayanan imigrasi. Sampai saat ini, ia mengklaim sistem dan infrastruktur keimigrasian sudah memadai untuk pelaksanaan.

Meskipun sudah menyatakan siap, Friment mengaku masih ada kekurangan. Salah satunya adalah konsep pembatalan pembuatan paspor atau penjadwalan ulang waktu pembuatan paspor. Mereka terus mengevaluasi penerapan konsep pembuatan paspor online. Konsep ini pun belum tentu diterapkan di kantor imigrasi yang minim permintaan.

Baca juga artikel terkait PASPOR atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - thr/rat)

Keyword