Pencarian Pesawat Sriwijaya Air SJ-182: Operasi Diperpanjang

Oleh: Adi Briantika - 19 Januari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Operasi pencarian Sriwijaya Air diperpanjang untuk kali kedua. Perpanjangan ditetapkan tiga hari.
tirto.id - Sebanyak 795 kru Basarnas plus 3.586 anggota gabungan dari instansi lain masih berupaya menemukan jenazah dan serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Senin (18/1/2020) kemarin. 62 kapal, 21 rigid inflatable boat, 12 perahu karet, 15 pesawat, dan 38 ambulans diterjunkan dalam operasi hari kesepuluh ini.

Tim selam beroperasi di empat sektor yang masing-masing sektor berjarak 15-30 meter. Mereka berharap menemukan cockpit voice recorder (CVR) atau perekam suara pilot dan kopilot setelah pada pekan lalu menemukan flight data recorder (FDR) dan penutup CVR. Benda ini vital untuk dapat mengungkap penyebab jatuhnya pesawat komersial tujuan Pontianak tersebut, Sabtu (9/1/2021) siang.

"Tetap empat sektor tapi ruangnya diperkecil karena di bawah itu sudah banyak yang kami angkat. Lebih efektif ketika mempersempitnya. Besar kemungkinan kami bisa menemukan isi dari CVR," kata Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Rasman, di Jakarta Internasional Container Terminal II, Tanjung Priok.

Hingga pukul 15.45, SAR telah menyerahkan 310 kantong jenazah, 60 kantong kecil bagian pesawat, dan 55 potongan besar pesawat. 29 jenazah telah teridentifikasi, 33 korban lainnya belum, masih dicari tahu oleh unit Disaster Victim Identification di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Satu dari 29 jenazah itu adalah bayi berusia 11 bulan. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono menuturkan ada satu korban yang dirahasiakan identitasnya atas permintaan keluarga. Sebanyak 15 jenazah telah dikembalikan kepada keluarga.

Dalam proses identifikasi unit DVI mengumpulkan 438 sampel DNA dari keluarga korban. Jumlah tersebut dianggap lengkap untuk 62 korban yang terdaftar di dalam manifes Sriwijaya Air SJ-182. Tim juga akan menganalisis 168 kantong properti.


Perpanjangan Harapan

18 Januari kemarin adalah hari kesepuluh pencarian atau telah lewat tiga hari dari batas waktu yang ditentukan dalam peraturan. Berdasar Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, pelaksanaan operasi itu ditetapkan tujuh hari dan dapat diperpanjang.

Perpanjangan pertama telah berakhir, lalu perpanjanga kedua dimulai lagi hari ini, 19 Januari. Rasa kemanusiaan menjadi alasan pertama perpanjangan operasi, kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati. Alasan lain adalah cuaca buruk sehingga mengganggu proses pencarian.

"Kami memahami situasi keluarga korban yang sangat mengharapkan untuk ditemukan dalam bentuk apa pun," kata Adita kepada reporter Tirto, Senin.

Sementara Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI (Purn) Bagus Puruhito, Senin, mengatakan "pelaksanaan operasi SAR kami perpanjang tiga hari lagi setelah mempertimbangan berbagai macam hal. Kami berbincang dengan Kemenhub, KNKT, DVI, dan pihak terkait."

Pasal 34 ayat (3) peraturan yang sama menyebut syarat itu adalah informasi baru dan/atau tanda-tanda mengenai indikasi ditemukan lokasi atau korban kecelakaan, bencana, dan/atau kondisi membahayakan manusia; permintaan dari perusahaan atau pemilik pesawat udara atau kapal; dan/atau terdapat perkembangan baru berdasarkan evaluasi koordinator misi terhadap pelaksanaan operasi.

Operasi pencarian juga sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Jokowi ingin kotak hitam, korban, serta potongan tubuh pesawat ditemukan dengan cepat. Selain itu asuransi dan hak-hak para korban harus segera diberikan kepada keluarga sesuai dengan ketentuan; lalu penyebab kecelakaan harus segera diungkap dan dijadikan pembelajaran untuk meningkatkan kinerja penerbangan nasional.

Perpanjangan operasi juga pernah dilakukan dalam pencarian pesawat Lion Air JT-610. Operasi pesawat rute Jakarta-Pangkalpinang dimulai pada 29 Oktober 2018 dan dihentikan pada 10 November dengan alasan tidak lagi ditemukan korban. Dalam operasi 13 hari itu tim menemukan bagian-bagian tubuh yang dimasukkan ke dalam 196 kantong jenazah.


Baca juga artikel terkait SRIWIJAYA AIR JATUH atau tulisan menarik lainnya Adi Briantika
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Rio Apinino
DarkLight