Menuju konten utama

Pemprov DKI Siapkan 2.500 Petugas Kebersihan saat Libur Lebaran

Sejak H-4 Lebaran, Dinas DLH DKI Jakarta meminta jajarannya melakukan pengosongan (TPS) di seluruh wilayah Jakarta agar mengurangi penumpukan saat libur.

Pemprov DKI Siapkan 2.500 Petugas Kebersihan saat Libur Lebaran
Petugas membuang sampah di TPS Muara Baru, Jakarta, Senin (22/10/2018). ANTARA FOTO/Armansyah Putra/pras.

tirto.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menyiagakan 2.500 petugas kebersihan saat malam takbiran hingga hari Idulfitri 1443 Hijriah. Ribuan petugas ini akan disiagakan untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama libur Lebaran.

Kepala DLH DKI Jakarta, Asep Kuswanto mengatakan selain ribuan personel, pihaknya juga menyiagakan ratusan truk sampah dan 88 unit kendaraan penyapu jalan otomatis atau road sweeper.

"Kami siagakan 50 petugas di setiap kecamatan. Lebih dari 2.500 personel di seluruh Jakarta yang bertugas saat malam takbiran hingga hari H Idul Fitri. Termasuk TPST Bantargebang yang tetap melakukan pelayanan," ucap Asep di Jakarta, Rabu (27/4/2022).

Kemudian, DLH DKI juga menyiapkan personel dan sarana untuk penanganan sampah saat arus mudik di lokasi stasiun dan terminal sebagai bagian dari Surat Edaran Menteri LHK Nomor Se.3/MENLHK/PSLB3/PLB.0/4/2022 tentang Pengendalian Sampah dalam Rangka Mudik Lebaran.

“Di lokasi penanganan sampah seperti stasiun dan terminal, kami akan melakukan imbauan Mudik Minim Sampah, yaitu dengan membawa KBRL, wadah makan dan wadah minum sendiri dari rumah saat melakukan perjalanan mudik agar masyarakat tidak menghasilkan sampah,” kata Asep.

Akan disediakan fasilitas penampungan sampah terpilah oleh pengelola stasiun dan terminal di beberapa lokasi.

Asep mengatakan, sejak H-4 Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan dan pengemudi truk sampah juga telah diinstruksikan untuk melakukan pengosongan Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di seluruh wilayah Jakarta.

Strategi ini, kata Asep, dilakukan agar TPS dapat menampung sampah dengan kapasitas maksimal pada saat libur hari H dan H+1 lebaran. Selain itu, agar kondisi lingkungan sekitar TPS tetap nyaman, tidak berbau menyengat, serta menghindari berkembangnya lalat dan vektor penyakit lainnya.

“Sampah jika lebih dari tiga hari berdiam di TPS sudah mulai membusuk dan membuat tidak nyaman lingkungan. Kami menghindari itu,” tuturnya.

Pada saat ini, lanjut Asep, warga Jakarta mulai melakukan mudik seperti sebelum pandemi. Diperkirakan puncak tonase penanganan sampah akan terjadi pada H+7, H+8, H+9 dan H+10, setelah itu kembali ke rata-rata timbulan normal.

Saat ini DLH DKI sudah melakukan antisipasi peningkatan tonase tersebut. Pada saat tukang-tukang gerobak yang sempat mudik telah kembali bertugas, maka akumulasi tumpukan-tumpukan sampah yang sempat tertinggal di tempat sampah masing-masing rumah warga, mulai dikirim ke TPS.

"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kami sudah mengantisipasi peningkatan tersebut. H+7 sampai dengan H+10 operasional pengangkutan sampah akan sangat optimal," terangnya.

Selama libur dan cuti bersama Idulfitri 1443 H, TPST Bantargebang tempat diprosesnya sampah Jakarta pun tetap beroperasi 24 jam. Sebanyak 200 personel ditugaskan piket di tempat pengelolaan sampah TPST Bantargebang.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup, rata-rata per hari berat sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang pada kondisi normal berkisar 7.000- 8.000 ton per hari dengan 1.300 - 1.400 rit truk sampah.

Baca juga artikel terkait LIBUR LEBARAN 2022 atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto