Pemprov DKI Jakarta Usahakan Bantu Buruh Tekan Pengeluaran

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 2 Mei 2017
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Wagub DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, Pemprov DKI melakukan berbagai cara tekan pengeluaran buruh, misalnya dengan KJP, KJS, dan Transjakarta gratis.
tirto.id - Pada aksi demo buruh 1 Mei kemarin, massa buruh membakar karangan bunga untuk Ahok-Djarot di Balai Kota. Mereka membakar karangan bunga karena kecewa dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Forum Serikat Pekerja Logam Elektronik dan Mekanika Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) LEM membakar karangan bunga pasangan yang dikenal Ahok-Djarot karena tidak memenuhi janji selama memimpin DKI Jakarta.

"Intinya LEM ini kecewa dengan kepemimpinan Ahok karena tidak sesuai janjinya dulu waktu dia terpilih sebagai wakil gubernur. Waktu dia (Ahok) terpilih, itu dia janji mau naikin UMP (Upah Minimum Provinsi) kita 4 juta. Sampai sekarang UMP baru 3,3," ujar Danil (35) salah satu anggota LEM SPSI di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (1/5/2017) kemarin.

Terkait kenaikan tuntutan kenaikan UMP tersebut Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menuturkan sudah ada forum khusus yang membahas masalah tersebut.

"Kalau UMP kan ada forumnya, ada dialognya, ada tripartit. Jadi bukan semata kebijakan gubernur. Gubernur tinggal menandatangani hasil kesepakatan yang mereka buat," tutur Djarot di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017), seperti diwartakan Antara.

Saat ini, dia mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya menekan pengeluaran buruh dengan berbagai macam cara.

"Yang pasti, kami terus membantu buruh menekan pengeluaran mereka melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Sehat (KJS), Transjakarta gratis, daging murah dan lain-lain," ungkap Djarot.

Sementara itu, ia juga meminta agar para buruh yang ada di wilayah ibukota terus meningkatkan kualitas dan kompetensi di era persaingan yang semakin ketat.

"Saya mengimbau supaya para buruh lebih baik meningkatkan kualitas sekaligus kompetensinya masing-masing," kata Djarot.

Menurut Djarot, kualitas serta kompetensi para buruh harus terus ditingkatkan, terlebih saat ini sudah memasuki era persaingan usaha yang amat sangat ketat.

"Ini era persaingan. Betul-betul terasa persaingannya. Bukan hanya persaingan di negara kita sendiri, tetapi juga dengan bangsa-bangsa lain, ASEAN salah satunya," ujar mantan Wali Kota Blitar ini.

Baca juga artikel terkait HARI BURUH atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra
DarkLight