Pegawai PT KAI Daop 7 Madiun Terkonfirmasi COVID-19

Oleh: Reja Hidayat - 25 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Seorang pegawai PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun diketahui terkonfirmasi positif COVID-19.
tirto.id - Seorang pegawai PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 dan saat ini sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun.

Manager Humas PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko mengatakan keberadaan karyawan Daop setempat yang positif COVID-19 tersebut sesuai data yang dirilis oleh Pemkab Madiun pada Senin (24/8/2020). Pasien itu berinisial HB, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun.

"Keseharian HB bertugas sebagai staf pelaksana di kantor Daop 7, bukan petugas pelayanan di Stasiun Madiun. Pelanggan PT KAI tidak usah khawatir, karena yang bersangkutan bekerja di kantor unit, bukan sebagai petugas stasiun," ujar Ixfan di Madiun, Selasa (25/8/2020) dikutip dari Antara.

Menurut dia, pasien tersebut sejak tanggal 15 Agustus telah melakukan sistem kerja dari rumah sehingga tidak berada di kantor.

Ixfan menyatakan, diketahuinya adanya salah satu pegawai yang terkonfirmasi COVID-19, bermula saat Daop 7 melakukan rapid test rutin bagi semua karyawannya. Hanya saja, ada sebagian pegawai yang menerapkan WFH. Karena tidak mengikuti rapid test secara kolektif, akhirnya yang bersangkutan berinisiatif melakukan rapid test mandiri dan diketahui reaktif.

Menurut dia, HB masuk kategori orang tanpa gejala (OTG). Selanjutnya satgas internal PT KAI Daop 7 melaporkan ke Satgas COVID-19 Pemkab Madiun untuk ditindaklanjuti. Kemudian yang bersangkutan dilakukan tes swab dan hasilnya terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini, HB menjalani perawatan di RSUD Dolopo.

Ixfan menjelaskan sejak pandemi, PT KAI Daop 7 Madiun telah menerapkan protokol kesehatan bagi pegawai maupun pelanggan. Bagi pegawai harus memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak. Kemudian juga menyediakan cairan pembersih tangan di beberapa unit.

Selain itu, ketika ada pegawai yang suhu badannya di atas 37,3 derajat Celsius disarankan tidak masuk kantor. Setiap awal pekan pun seluruh pegawai juga diminta mengisi data riwayat perjalanan untuk deteksi dini penularan COVID-19.

"Jadi kami sampaikan bahwa HB ini masuk kategori tanpa gejala. Kami pun dari awal telah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat, baik di lingkungan kantor maupun tempat layanan," katanya.


Baca juga artikel terkait POSITIF COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Reja Hidayat
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Penulis: Reja Hidayat
Editor: Reja Hidayat
DarkLight