Menuju konten utama
Pilkada DKI Jakarta

PDIP Gunakan Strategi Pilpres dalam Pilkada DKI

Dalam Pilkada DKI Jakarta 2017, PDIP akan menggunakan strategi yang sama seperti saat mengusung Jokowi sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 lalu.

PDIP Gunakan Strategi Pilpres dalam Pilkada DKI
Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Antara foto/Sigid Kurniawan.

tirto.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang akan berlangsung pada 2017 mendatang, partainya akan menggunakan strategi yang sama seperti saat mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 lalu.

"Dulu kita bekerja sama dengan Nasdem, Hanura, dan sebagainya. Lalu setelah sejumlah pertimbangan akhirnya mengerucut dan munculah nama Pak Jusuf Kalla untuk dipasangkan dengan Pak Jokowi. Ada pengaruh dinamika politik juga yang dipertimbangkan," kata Hasto saat ditemui di Kantor DPP PDI-P di Jakarta, Rabu (11/5/2016).

Dia menjelaskan, DPP PDIP juga akan melakukan proses "jemput bola" guna mencari calon atau kader yang dinilai memiliki potensi terbaik untuk diusung sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pilkada 2017 mendatang.

"Nanti penilaiannya tetap akan menyatu dengan proses ujian assesment ini. Kami pastikan juga yang melalui pendaftaran akan dipadukan dengan hasil pemetaan DPP," kata Hasto.

Lebih lanjut Hasto menjelaskan, proses penilaian assesment akan memakan waktu paling tidak 10 hari dengan menggunakan sistem psychological tools dan diharapkan paling tidak penilaian tes dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan obyektif.

"Ini hanya alat bantu karena pada akhirnya rakyat lah yang menentukan," tutur Hasto.

Terkait dengan tes uji kelayakan dan kepatutan yang akan digelar, Hasto mengatakan, setelah ini akan ada proses penjaringan yang dilakukan pengurus tingkat atas.

"Ujian sekarang adalah proses dari bawah, nanti akan ada proses pemetaan dari atas," tutur Hasto

Hasto menjelaskan, walaupun proses penjaringan sudah dilaksanakan pada tingkat DPD, namun terkadang ditemukan kekurangan yang tidak sesuai dengan harapan partai.

Sebelumnya dilaporkan, pada tes tersebut, sebanyak 26 peserta calon gubernur dan wakil gubernur telah hadir dari total 35 calon yang mendaftar di DPD PDI-Perjuangan untuk ikut serta dalam Pilkada yang akan berlangsung pada bulan Februari 2017.

Para peserta yang hadir terdiri dari sejumlah tokoh dan politisi nasional seperti Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Uno, Abraham Lunggana atau haji Lulung, dan Mischa Hasnaeni Moein atau yang sering dipanggil "Wanita Emas".

Baca juga artikel terkait PILKADA DKI JAKARTA

tirto.id - Politik
Sumber: Antara
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Abdul Aziz